Meningkatkan Spiritual: Tantangan Spiritual Zaman Modern

S O N I 8:52 AM


Tumbuh secara spiritual di dunia yang ditentukan oleh kekuasaan, uang, dan pengaruh adalah tugas yang sangat berat. Kenyamanan modern seperti peralatan elektronik, gadget, dan perkakas serta hiburan melalui televisi, majalah, dan web telah membuat kita cenderung membatasi perhatian kita pada kebutuhan dan keinginan fisik. Akibatnya, konsep harga diri dan makna diri kita menjadi kacau. Bagaimana kita bisa mencapai keseimbangan antara aspek material dan spiritual dalam hidup kita?


Tumbuh secara rohani berarti melihat ke dalam.

Introspeksi lebih dari sekadar mengingat hal-hal yang terjadi dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Anda perlu melihat lebih dekat dan merenungkan pikiran, perasaan, keyakinan, dan motivasi Anda. Secara berkala memeriksa pengalaman Anda, keputusan yang Anda buat, hubungan yang Anda miliki, dan hal-hal yang Anda lakukan memberikan wawasan yang berguna tentang tujuan hidup Anda, tentang sifat baik yang harus Anda pertahankan dan sifat buruk yang harus Anda buang. Selain itu, ini memberi Anda petunjuk tentang bagaimana bertindak, bereaksi, dan berperilaku di tengah situasi apa pun. Seperti keterampilan apa pun, introspeksi dapat dipelajari; yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan kemauan untuk mencari kebenaran yang ada di dalam diri Anda. Berikut adalah beberapa petunjuk ketika Anda introspeksi: bersikap objektif, memaafkan diri sendiri, dan fokus pada area Anda untuk perbaikan.


Tumbuh secara spiritual berarti mengembangkan potensi Anda.

Agama dan sains memiliki pandangan yang berbeda tentang masalah jiwa manusia. Agama memandang manusia sebagai makhluk spiritual yang tinggal sementara di Bumi, sedangkan sains memandang jiwa hanya sebagai salah satu dimensi individu. Penguasaan diri adalah tema yang berulang baik dalam ajaran Kristen (Barat) dan Islam (Timur). Kebutuhan tubuh diakui tetapi ditempatkan di bawah kebutuhan roh. Keyakinan, nilai, moralitas, aturan, pengalaman, dan perbuatan baik memberikan cetak biru untuk memastikan pertumbuhan makhluk spiritual. Dalam Psikologi, menyadari potensi penuh seseorang adalah mengaktualisasikan diri. Maslow mengidentifikasi beberapa kebutuhan manusia: fisiologis, keamanan, kepemilikan, harga diri, kognitif, estetika, aktualisasi diri, dan transendensi diri. James sebelumnya mengkategorikan kebutuhan ini menjadi tiga: material, emosional, dan spiritual. Ketika Anda telah memenuhi kebutuhan fisiologis dan emosional dasar, kebutuhan spiritual atau eksistensial datang berikutnya. Mencapai setiap kebutuhan mengarah pada perkembangan total individu. Mungkin perbedaan antara kedua agama dan psikologi ini adalah akhir dari pengembangan diri: Kristen dan Islam melihat bahwa pengembangan diri adalah sarana untuk melayani Tuhan, sedangkan psikologi memandang bahwa pengembangan diri adalah tujuan itu sendiri.


Bertumbuh secara spiritual berarti mencari makna.

Agama-agama yang meyakini adanya Tuhan seperti Kristen, Yahudi, dan Islam menganggap bahwa tujuan hidup manusia adalah mengabdi kepada Sang Pencipta segala sesuatu. Beberapa teori dalam psikologi mengusulkan bahwa kita pada akhirnya memberi makna pada hidup kita. Apakah kita percaya bahwa makna hidup ditentukan sebelumnya atau diarahkan sendiri, tumbuh dalam semangat adalah menyadari bahwa kita tidak hanya ada. Kita tidak tahu arti hidup kita saat lahir; tetapi kita memperoleh pengetahuan dan kebijaksanaan dari interaksi kita dengan orang-orang dan dari tindakan dan reaksi kita terhadap situasi yang kita hadapi. Saat kita menemukan makna ini, ada keyakinan dan nilai tertentu yang kita tolak dan tegaskan. Hidup kita memiliki tujuan. Tujuan ini menggunakan semua potensi fisik, emosional, dan intelektual kita; menopang kita selama masa-masa sulit; dan memberi kita sesuatu untuk dinantikan --- tujuan untuk dicapai, tujuan untuk dicapai. Seseorang tanpa tujuan atau makna seperti kapal yang hanyut di laut.


Tumbuh secara spiritual berarti mengenali interkoneksi.

Agama menekankan konsep keterkaitan kita dengan semua ciptaan, hidup dan mati. Jadi kita menyebut orang lain "saudara dan saudari" bahkan jika tidak ada hubungan darah langsung. Selain itu, agama-agama yang berpusat pada dewa seperti Kristen dan Islam berbicara tentang hubungan antara manusia dan makhluk yang lebih tinggi. Di sisi lain, sains menjelaskan hubungan kita dengan makhluk hidup lain melalui teori evolusi. Keterkaitan ini terlihat jelas dalam konsep ekologi, interaksi antara makhluk hidup dan tak hidup. Dalam psikologi, keterhubungan merupakan ciri dari transendensi-diri, kebutuhan tertinggi manusia menurut Maslow. Mengenali hubungan Anda dengan semua hal membuat Anda lebih rendah hati dan menghormati orang, hewan, tumbuhan, dan benda-benda di alam. Itu membuat Anda menghargai segala sesuatu di sekitar Anda. Ini menggerakkan Anda untuk melampaui zona nyaman Anda dan menjangkau orang lain, dan menjadi pelayan dari semua hal lain di sekitar Anda.

Pertumbuhan adalah proses sehingga tumbuh dalam semangat adalah pertemuan sehari-hari. Kami memenangkan beberapa, kami kehilangan beberapa, tetapi yang penting adalah kami belajar, dan dari pengetahuan ini, pertumbuhan spiritual lebih lanjut dimungkinkan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »