Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 4 Praktik Refleksi Platform Merdeka Mengajar

S O N I 8:01 PM 0

  



Postingan dibawah ini adalah artikel terkait Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri pada Platform Merdeka Mengajar yang merupakan bagian dari pelatihan mandiri untuk Guru pada aplikasi merdeka mengajar.

Materi dalam artikel ini dapat digunakan oleh guru sebagai bahan sumber belajar.

Berikut adalah Soal dan Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 4 Praktik Refleksi pada Platform Merdeka Mengajar

Soal No. 1.
Saat melakukan refleksi, sebaiknya kita berjarak dari keriuhan situasi, agar...
A. tidak ketahuan orang lain
B. bisa lebih tanang dan jujur saat berdialog dengan diri
C. bisa berkosentrasi
D. prosesnya lebih lancar
Jawab : B.

Soal No. 2.
Perhatikan cerita di bawah ini!

Ibu Rita termasuk guru yang rajin membuat kegiatan refleksi diri dengan meminta umpan balik dari teman sejawatnya. Bahkan ia meminta temannya tersebut untuk melihat rekaman pembelajarannya. Dengan hal ini Bu Rita selalu merasa bahwa kegiatan refleksi itu menyenangkan karena ia dibantu oleh teman-temannya.

Dari ilustrasi cerita di atas, tips refleksi yang sudah dijalankan oleh Bu Rita adalah . . . .
A. Rayakanlah
B. Cari teman
C. Rekamlah
D. Bercerminlah
Jawab : B.

Soal No. 3.
Berikut yang bukan manfaat melakukan refleksi di tengah pembelajaran adalah?
A. Melihat repon peserta didik terhadap pelaksanaan kegiatan belajar yang sudah dipersiapkan guru.
B. Memeriksa sejauh mana pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran
C. Memeriksa finalisasi kesiapan perangkat pembelajaran
D. Melakukan penyesuaian saat kegiatan pembelajaran masih berlangsung berdasarkan respon peserta didik
Jawab : C.

Soal No. 4.
Pak Badru, seorang guru SMK, merasa kesulitan menghadapi sebuah kelas. Setiap Pak Badru masuk ke kelas, peserta didik mengobrol dengan riuh dan tidak ada yang memperhatikan pelajaran. Apa tindakan yang harus diambil Pak Badru untuk mengatasi kondisi tersebut?
A. Melaporkan kondisi kelas pada kepala sekolah unutk segera menindak tegas peserta didik yang tidak menghormati guru
B. Keluar dari kelas lalu meminta guru lain menggantikan tugas Pak Badru agar pembelajaran bisa kembali berlangsung
C. Melakukan refleksi dengan memetakan situasi, mencari tahu apa yang perlu dilakukan, lalu melakukan aksi.
D. Menghubungi orang tua lalu mendiskusikan permasalahn yang terjadi dikelas dan mencari solusi bersam-sama.
Jawab : C.

Demikianlah artikel mengenai materi Kunci Jawaban Soal Post Test Topik Refleksi Diri Modul 5 pada Platform Merdeka Mengajar, yang terdapat pada aplikasi, yang dapat digunakan sebagai bahan referensi belajar secara mandiri.

Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 3 Berpikir Reflektif/Refleksi Metakognisi Platform Merdeka Mengajar

S O N I 7:58 PM 0

 


Postingan dibawah ini adalah artikel terkait Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri pada Platform Merdeka Mengajar yang merupakan bagian dari pelatihan mandiri untuk Guru pada aplikasi merdeka mengajar.

Materi dalam artikel ini dapat digunakan oleh guru sebagai bahan sumber belajar.

Berikut adalah Soal dan Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 3 Berpikir Reflektif/Refleksi Metakognisi pada Platform Merdeka Mengajar

Soal No. 1
Urutan yang benar dalam tahapan 3R adalah...
A. rehat-rencana-refleksi
B. rehat-refleksi-rencana
C. refleksi-rencana-rehat
D. rencana-refleksi-rehat
Jawab : B

Soal No. 2
Refleksi sebaiknya dilakukan di akhir pembelajaran atau saat sudah mendapatkan hasil asesmen akhir murid...
A. Benar
B. Salah
Jawab : B

Soal No. 3

Hal apa yang menjadi kekurangan saya?

Pertanyaan di atas merupakan contoh praktik metakognisi/refleksi dalam...
A. Pengetahuan yang komprehenshif
B. Motivasi insrinsik
C. Disiplin diri
D. Semua benar
Jawab : A

Demikianlah artikel mengenai materi Kunci Jawaban Soal Post Test Topik Refleksi Diri Modul 3 pada Platform Merdeka Mengajar, yang terdapat pada aplikasi, yang dapat digunakan sebagai bahan referensi belajar secara mandiri.

Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 2 Memahami Pembelajar Mandiri, Platform Merdeka Mengajar

S O N I 7:51 PM 0

 


Postingan dibawah ini adalah artikel terkait Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri pada Platform Merdeka Mengajar yang merupakan bagian dari pelatihan mandiri untuk Guru pada aplikasi merdeka mengajar.

Berikut adalah Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 2 Memahami Pembelajar Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar

Soal No. 1
Proses yang mengaktivasi pemikiran, perilaku, dan perasaan yang terus menerus dalam upaya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, adalah pengertian dari...
A. Proses belajar mandiri
B. Proses evaluasi diri
C. Proses regulasi diri
D. Proses refleksi diri
Jawab : C

Soal No. 2
Mengapa seorang pemelajar mandiri didorong untuk mencoba cara lain dalam proses belajarnya?
A. Agar dapat mengetahui berapa lama wamtu yang diperlukan untuk mempelajari sebuah topik.
B. Agar dapat menyesuaikan kecepatan belajar dibandingkan waktu yang tersedia
C. Agar dapat membandingkan strategi mana yang lebih efektif untuk belajar
D. Agar dapat mempertahankan fokus dan konsentrasi pad tujuan pembelajaran
Jawab : C

Soal No. 3
Setelah melalui proses belajar mandiri, Bu Lia merasa dengan menonton video tentang suatu materi, ia lebih paham dibandingkan belajar hanya dengan membaca literatur. Hal yang dirasakan Bu Lia termasuk dalam sub proses....
A. Atribusi Kasual
B. Kepuasan Diri
C. Reaksi Adaftif
D. Reaksi Defensif
Jawab : C

Soal No. 4
Pandangan pribadi atas kemampuan diri dalam melakukan atau mencapai suatu hal, disebut....
A. Kesombongan diri
B. Efikasi diri
C. Visi pribadi
D. Pengamatan diri
Jawab : B

Demikianlah artikel mengenai materi Kunci Jawaban Soal Post Test Topik Refleksi Diri pada Platform Merdeka Mengajar, yang terdapat pada aplikasi, yang dapat digunakan sebagai bahan referensi belajar secara mandiri.

Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 1 Mengapa Refleksi? Platform Merdeka Mengajar

S O N I 7:42 PM 0

 


Postingan dibawah ini adalah artikel terkait Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri pada Platform Merdeka Mengajar yang merupakan bagian dari pelatihan mandiri untuk Guru pada aplikasi merdeka mengajar.

Berikut adalah Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri Modul 1 Mengapa Refleksi? pada Platform Merdeka Mengajar

Soal No. 1
Manfaat refleksi dalam pembelajaran bagi Pendidik adalah, kecuali...
A. Mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan
B. Menyampaikan harapan terhadap pembelajaran yang akan dijalani
C. Memahami apa saja keperluan dan kebutuhan belajar dari peserta didik
D. Mengenali kekuatan dan kelemahan yang ada dalam diri
Jawab : D

Soal No. 2
Tindakan berpikir tentang pemikiran diri merupakan definisi dari...
A. Refleksi diri
B. Kesadaran diri
C. Harga diri
D. Metakognisi
Jawab : D

Soal No. 3
Anda merefleksikan pendapat murid mengenai pengalaman belajar mereka di kelas. Anda melakukan refleksi dengan menggunakan lensa...
A. Lensa diri
B. Lensa pemelajar
C. Lensa teman sejawat
D. Lensa teori/literatur
Jawab : B

Soal No. 4
Menetapkan tujuan adalah bagian dari proses regulasi diri yang termasuk ke dalam fase...
A. Pemikiran awal
B. Kinerja
C. Refleksi diri
D. Evaluasi
Jawab : A

Soal No. 5
Berikut pertanyaan yang benar mengenai refleksi adalah...
A. Refleksi harus dilakukan setiap hari
B. Refleksi membutuhkan pemikiran terbuka
C. Refleksi harus dipaksa agar konsisten
D. Refleksi harus dilakukan sendiri
Jawab : B

Demikianlah artikel mengenai materi Kunci Jawaban Post Test Topik Refleksi Diri pada Platform Merdeka Mengajar, yang terdapat pada aplikasi, yang dapat digunakan sebagai bahan referensi belajar secara mandiri. ***

Standard Ukuran Kertas Gambar Teknik

S O N I 12:21 PM 0

 

Standar Ukuran Kertas Gambar

Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran pokok dari kertas gambar, diambil ukuran A0 yang mempunyai luas 1 m2 atau 1.000.000 mm2. Perbandingan lebar dan panjangnya sama dengan perbandingan sisi bujursangkar dengan diagonalnya. Jika bujursangkar mempunyai sisi = x maka diagonalnya. Selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar.



Karena ukuran kertas gambar A0 mempunyai luas x.y = 1.000.000 mm2, dengan y= , maka  = 1.000.000 mm2 sehingga diperoleh lebar 841 mm (dibulatkan) dan panjang 841  = 1189 mm.  Untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainnya adalah dengan cara membagi dua panjangnya, sehingga ukuran:

1)  A1 adalah ½ dari A0

2)  A2 adalah ½ dari A1

3)  A3 adalah ½ dari A2

4)  A4 adalah ½ dari A3



Sesuai dengan standar ISO (International Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet) selanjutnya kertas gambar diberi garis tepi sesuai dengan ukurannya. Pada tabel di bawah ditetapkan ukuran batas tepi bawah, tepi atas dan tepi kanan (diwakili kolom C) sedangkan tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm.  Penetapan jarak ini dimaksudkan untuk memberikan jarak sehingga jika kertas gambar dibundel tidak akan mengganggu gambarnya.



Elektronika Dasar: Arus, Tegangan, Hukum Ohm, Daya

S O N I 8:49 AM 0

Pengertian Arus Listrik

Tentu, kita semua memahami bahwa arus listrik tercipta karena aliran elektron, dan setiap elektron memiliki jumlah muatan yang sama. Jika kita memiliki benda bermuatan negatif,  berarti benda tersebut kelebihan elektron. derajat muatan objek diukur dengan jumlah elektron berlebih yang ada. Muatan  elektron, sering dilambangkan dengan simbol q atau e, dinyatakan dalam satuan  coulomb, yang sama dengan

Misalkan kita memiliki seutas kawat tembaga yang umumnya digunakan sebagai penghantar karena harganya yang relatif murah, kuat dan tahan korosi dibandingkan. Besarnya penghantaran pada kawat hanya bergantung pada keberadaan elektron bebas (dari valensi elektron). , karena muatan inti dan elektron pada orbit berkaitan erat dengan struktur kristal. Pada dasarnya pada kawat penghantar terdapat aliran elektron dalam jumlah besar yaitu, jika jumlah elektron yang bergerak ke kiri dan ke kanan sama dengan, maka seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Namun, jika ujung kanan kawat menarik elektron sedangkan ujung kiri melepaskannya, akan terjadi aliran elektron ke kanan (tetapi ingat, dalam hal ini disepakati bahwa arah arus ke kiri ). Aliran elektron ini selanjutnya disebut arus listrik. Besarnya arus listrik diukur dalam satuan jumlah elektron per detik, tetapi ini bukan satuan praktis karena harganya terlalu rendah. Satuan yang digunakan untuk adalah ampere, di mana



Pengertian Tegangan

Akan mudah untuk membandingkan aliran listrik dengan aliran air. Misalkan kami memiliki 2 tabung yang dihubungkan oleh tabung seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.1. Jika kedua silinder diletakkan di atas meja, ketinggian air di kedua silinder akan sama dan dalam hal ini tidak akan ada aliran air di dalam tabung. Jika salah satu tabung diangkat, akan secara otomatis beralih dari tabung ke tabung bawah. Semakin tinggi pipa, semakin cepat air mengalir melalui pipa.


Terjadinya aliran ini dapat dipahami dengan konsep energi potensial. Ketinggian tabung menunjukkan jumlah energi potensial yang dimilikinya. Hal terpenting dalam hal ini adalah perbedaan ketinggian kedua tabung, yang sekaligus menentukan besarnya beda potensial. Jadi semakin besar beda potensial, semakin cepat aliran air di dalam tabung. Konsep yang sama berlaku untuk aliran elektron dalam konduktor. Yang menentukan besarnya arus yang mengalir adalah besarnya beda potensial (dinyatakan dalam volt). Jadi untuk penghantar, semakin besar beda potensial, semakin besar arus yang mengalir. Perlu dicatat bahwa beda potensial diukur antara ujung-ujung konduktor. Tapi terkadang kita berbicara tentang potensi pada saat tertentu. Dalam hal ini, kita sebenarnya mengukur beda potensial pada titik tersebut relatif terhadap titik acuan tertentu. Titik massa (massa) biasanya dipilih sebagai titik acuan standar. Selanjutnya, kita dapat membandingkan baterai atau akumulator dengan pipa air yang naik. Baterai ini memiliki energi kimia yang siap diubah menjadi energi listrik. Jika baterai tidak digunakan, tidak ada energi yang dilepaskan, tetapi penting untuk diingat bahwa potensi baterai ada. Hampir semua baterai memberikan potensial (tepatnya gaya gerak listrik ggl) yang hampir sama dengan meskipun arus mengalir dari baterai.

Hukum Ohm
Pada kebanyakan konduktor logam, hubungan antara arus yang mengalir pada potensial diatur oleh hukum Ohm. Ohm menggunakan rangkaian percobaan sederhana seperti pada Gambar 1.2. Dia menggunakan serangkaian sumber potensial secara seri, mengukur arus yang mengalir, dan menemukan hubungan linier sederhana, ditulis sebagai 

V=I.R

di mana R = V / I disebut resistansi beban. Nama ini sangat cocok karena R adalah ukuran seberapa baik konduktor menahan aliran elektron. Perhatian, penerapan hukum ohm sangat terbatas pada kondisi tertentu, juga hukum ini tidak berlaku jika suhu konduktor berubah. Untuk  bahan atau beberapa perangkat elektronik seperti dioda dan transistor, rasio I dan V dari tidak linier.


Daya
Misalkan sebuah potensial v diterapkan pada beban dan arus i mengalir seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Energi yang diberikan kepada setiap elektron yang menghasilkan arus listrik sebanding dengan v (beda potensial). Oleh karena itu, total  energi yang diberikan ke berbagai elektron yang memberikan muatan total dq sebanding dengan v × dq. 

Energi yang diberikan kepada elektron per satuan waktu didefinisikan sebagai 

 daya (daya) p dari 
 p = v dq / s = vi 

dengan satuan watt dimana 1 watt = 1 volt × 1 amp

Bahan Kerja teknik

S O N I 12:49 PM 0

 


Bahan Kerja teknik

Bahan kerja teknik dapat digolongkan dalam kelompok logam dan non logam. Selain dua kelompok tersebut ada kelompok lain yang dikenal dengan nama  metalloid  (menyerupai logam) yang sebenarnya termaksuk bahan bukan logam. Logam dapat digolongkan pula dalam kelompok logam ferro yaitu logam yang mengandung besi, dan logam non ferro atau logam bukan besi.

1) Material logam

2) Material non logam

Berdasarkan pada komposisi kimia, logam dan paduannya dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:

1) Logam besi / ferrous

2) Logam non besi / non ferrous

Logam-logam besi merupakan logam dan paduan yang mengandung besi (Fe) sebagai unsur utamanya. Logam-logam non besi merupakan material yang mengandung sedikit atau sama sekali tanpa besi. Dalam dunia teknik mesin, logam (terutama logam besi / baja) merupakan material yang paling banyak dipakai, karena pada umumnya kuat, ulet, dan mudah dibuat dalam berbagai bentuk praktis, tetapi material-material lain juga tidak dapat diabaikan. Material non logam sering digunakan karena material tersebut mempunyai sifat yang khas yang tidak dimiliki oleh material logam.

Dari semua jenis logam dapat digolongkan menjadi logam murni dan logam paduan. Logam paduan artinya logam yang dicampur dengan logam atau bahkan dicampur dengan bukan logam. Dari semua golongan logam dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu : 

a) Logam berat adalah apabila berat jenisnya lebih dari 5 kg/dm. misalnya : nikel, kromium, tembaga, timah, seng, dan besi.

b) Logam ringan adalah apabila berat jenisnya lebih besar dari 5 kg/dm. misalnya : alumunium, magnesium, natrium, titanium, dan lain-lain.

c) Logam mulia adalah logam yang tidak dicampur dengan logam lain atau unsure lain sudah dapat digunakan sebagai bahan teknik. Misalnya: emas, perak, dan platina.

d) Logam refraktori yaitu logam tahan api. Misalnya:  wolfram, molebdenum, dan titanium.

e) Logam radioaktif. Misalnya : uranium dan radium.

Dalam penggunaan dan pemakaian pada umumnya, logam tidak merupakan logam murni melainkan logam paduan. Logam murni pertain ini adalah logam yang tidak dicampur dengan unsur lainya atau pengertian lain yaitu yang diperoleh dari alam (hasil tambang) dalam keadaan murni dengan kadar kemurnian 99,99 % Dengan memadukan dua logam atau lebih dapat diperoleh sifat-sifat yang lebih dari pada logam aslinya. Memadukan dua logam yang lemah dapat diperoleh logam. Paduan yang kuat dan keras. Misalnya tembaga dan timah, keduanya adalah logam yang lunak, bila dipadukan menjadi logam yang keras dan kuat dengan nama perunggu. Besi murni adalah bahan yang lunak sedangkan zat arang (bukan logam) adalah bahan yang rapuh, paduan besi dengan zat arang menjadi baja yang keras dan liat.

Logam pada umumnya terdapat di alam (tambang) dalam bentuk bijih-bijih berupa batuan atau mineral. Bijih logam tersebut masih terikat dengan unsur-unsur lain sebagai oksida, sulfide atau karbonat.

1.      Logam Ferro

Logam ferro adalah logam besi. Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik, tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja, kontruksi atau pesawat. Oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain, terutama zat arang / karbon.

2.      Logam Non Ferro dan Paduanya

Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak mengandung unsure besi (Fe). Logam non ferro murni kebanyakan tidak digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain, karena biasanya sifat-sifatnya belum memenuhi syarat  yang diinginkan. Kecuali logam non ferro murni, platina, emas dan perak tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik, misalnya ketahanan kimia dan daya hantar listrik yang baik serta  hantar listrik yang baik serta cukup kuat, sehingga dapat digunakan dalam keadaan murni. Tetapi karena harganya mahal, ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan khusus. misalnya dalam teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan sejenisnya.

Logam non ferro juga digunakan untuk campuran besi atau baja dengan tujuan memperbaiki sifat-sifat bajja. Dari jenis logam non ferro berat yang sering digunakan untuk paduan baja antara lain, nekel, kromium, molebdenum, wlfram dan sebagainya.

Bahan Kerja Non Logam

S O N I 12:47 PM 0

 


Bahan Kerja Non Logam

1.      Fiberglass

Bahan non logam ternyata juga banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat bodi kendaraan. Salah satu bahan non logam tersebut yaitu fiberglass. Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. Bahan ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan bahan logam, diantaranya : lebih ringan, lebih mudah dibentuk, dan lebih murah.

Fiberglass atau serat kaca telah dikenal orang sejak lama, dan bahkan peralatan-peralatan yang terbuat dari kaca mulai dibuat sejak awal abad ke 18. Mulai akhir tahun 1930-an, fiberglass dikembangkan melalui proses filament berkelanjutan (continuous filament proses) sehingga mempunyai sifat-sifatnyang memenuhi syarat untuk bahan industri, seperti kekuatannya tinggi, elastis, dan tahan terhadap temperature tinggi.

Membayangkan peralatan-peralatan yang terbuat dari kaca (glass), kebanyakan orang akan beranggapan bahwa peralatan tersebut pasti akan mudah pecah. Akan tetapi melalui proses penekanan, cairan atau bubuk kaca diubah menjadi bentuk serat akan membentuk bahan tersebut dari bahan yang mudah pecah (brittle materials) menjadi bahan yang mempunyai kekuatan tinggi (strong materials). Manakala kaca (glass) diubah dari bentuk cair atau bubuk menjadi bentuk serat (fiber), kekuatannya akan meningkat secara tajam. Kekuatan tarik maksimal dari satu serat kaca dengan diameter 9 – 15micrometer mencapai 3.447.000 kN/m2. Oleh karena itu fiberglass merupakan salah satu material/bahan yang mempunyai kekuatan sangat tinggi.

2.      PCB

Printed Circuit Board ( PCB ) adalah sebuah papan rangkaian yang terbuat dari bahan ebonit ( Pertinax ) atau  fiber glass dimana salah satu sisi permukaannya dilapisi dengan tembaga tipis. Jenis ini umumnya disebut single side karana hanya memiliki satu permukaan yang berlapiskan tembaga. Sedangkan PCB yang kedua sisinya digunakan untuk pembuatan rangkaian yang bersifat kompleks dan rumit, sehingga kedua bagian sisinya dapat difungsikan sebagai jalur – jalur pengawatan, PCB ini juga berfungsi sebagai dudukan komponen – komponen.

Pada saat rangkaian dihubungkan dengan umber tegangan, maka jalur – jalur pengawatan pada PCB ini akan berfungsi sebagai penghantar arus listrik. Jalur–jalur pengawatan tersebut akan menghubungkan satu komponen dengan komponen yang lain secara terpadu, sehingga berbentuk suatu rangkaian elektronik.

Dengan menggunakan PCB didalam perakitan – perkitan peralatan elektronik, diperoleh keuntungan antara lain :

1.    Mudah mencari kerusakan, jika alat tersebut mengalami gangguan.

2.    Dapat dibuat peralatan elektronik yang semakin kecil, karana tempat dudukan komponen dapat dipersempit.

3.    Sedikit menggnakan kabel.

4.    Pada peralatan yang bekerja dengan frekwensi tinggi dapat dicegah terjadinya frekwensi liar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan PCB yaitu :

1)    Lebar Jalur Rangkaian

Lebar jalur yang baik dalam merencanakan PCB adalah lebar jalur yang sesuai dengan arus yang akan mengalir pada jalur PCB tersebut. Berikut ini adalah table lebar jalur dalam hubungannya dengan arus :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2N-wTKZWdBDmuS3MC40pU0etSpL3WX18YXftKwZenEQ-CdzXrARzQs6le_KYoQ-cEa3tPWh5KpCkH3XtP9SdhmYxYBn_8YvgT5d9ToiHKF2l_-ixfYB-lCJa3O6WQLgLFJOfgCaE69Pg/s400/tabel+lebar+jalur+pcb+.png

 

 

2)    Jarak Jalur

Jarak jalur pada PCB disesuaikan dengan besar tegangan yang akan bekerja pada PCB tersebut, adapun tabelnya adalah :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEgVSkgGtnMMiWgttlhvlnSYjEdQ1hHSk7aGP2vw2GdHYMluTNjkLpqWegDc_oq0P6XGiM2Nh-g5o83hYfxVG75WxMdBBP_fDN1XhjhNFDtKg7iwu-EqIhZ-rK5FoAolVju4tCqi5EovU/s400/jarak+spasi+PCB.png

3)    Ukuran Mata Donut/Pad

Dalam perencanakan PCB ukuran Donut yaitu dua sampai tiga kali ukuran mata bor yang akan digunakan, misalnya ukuran mata bor yang akan digunakan adalah 1 mm, maka ukuran Donutnya 2 – 3 mm ( 0,08 – 0,012 inch ).

4)    Ukuran Mata Bor

Ukuran mata bor yang digunakan dalam pembuatan PCB disesuaikan dengan komponen yang akan digunakan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY-hc2eY2MfpbHp0UcAVRC1M6z5waynCug_CMcGoIWv27vNbP-8GRmzhfVXrScCvhCiH-TPeLU45a6v8xOoou87_qdKLkoMyhpFKUoaXb0epvbxh-GwAFJEbHP7JEWX954DgVvSQpMV2o/s400/ukuran+mata+bor+pcb.png 

5)    Dimensi Komponen

Dimensi komponen atau bentuk komponen sangat menentukan penataan tampak atas dan penataan tampak bawah dari PCB yang akan direncanakan. Demikian pula jarak antara kaki komponen sangat menentukan jarak antara donutnya atau pad.

6)    Bentuk Jalur

Dalam merencanakan PCB bentuk jalur yang akan digunakan atau digambar pada PCB sangat penting untuk diperhatikan, berikut ini adalah contoh bentuk jalur yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk digunakan pada perencanaan PCB.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNmlat_La5z3VYkDIcAY9PD9NbgzOoDd9BqH5QiWe39EjWroOAjTeHBrd09qJOUUB9llJfdnlAHc9a1DUIXICG0BQe9kCGMSO3MIvwxCBkertkEWT1IFpJhOXE4fzBav6twTe-zrTFZN4/s400/bentuk+jalur.png

 

Teknik Menggergaji

S O N I 12:44 PM 0

 


Teknik Menggergaji

Gergaji

Peralatan utama dalam kegiatan menggergaji dalam kerja bangku adalah gergaji tangan (Hack saw).Gergaji tangan terdiri dari bingkai (sengkang) untuk pembentangan daun gergaji, tangkai (gagang) untuk pegangan, daun gergaji sebagai pemotong, dan mur/baut pengencang untuk menegangkan daun gergaji.


Gambar 4.1 Gergaji Tangan

Bingkai gergaji ada yang dibuat dari pipa baja, baja pejal, atau pelat baja yang dibentuk.Bingkai geraji harus kuat dan tidak mudah bengkok, karena harus mampu menegangkan daun gergaji saat digunakan.Bingkai gergaji dapat menyesuaikan dengan panjang daun gergaji melalui bingkai yang dapat disetel atau melalui pilihan lubang-lubang yang ada pada baut penegang.Pada baut penegang pada umumnya dipasang baut kupu-kupu untuk mengencangkan daun gergaji.

Daun gergaji tangan merupakan alat pemotong dan pembuat alur yang sederhana, bagian sisinya terdapat gigi-gigi pemotong yang dikeraskan.Bahan daun gergaji pada umumnya terbuat dari baja perkakas (tool steel), baja kecepatan tinggi (HSS/high speed steel), dan baja tungsten (tungsten steel).

Daun gergaji tersedia dalam bergai macam ukuran, antara lain dapat ditinjau dari jumlah gigi pada setiap inchi, pada umumnya yang digunakan yang memiliki jumlah gigi 14; 18; 24; dan 32 setiap inchi. Pemilihan daungergaji harus disesuaikan dengan bahan yang akan dipotong serta ukurannya.

Pemilihan Daun Gergaji dapat dilihat dari spesifikasinyameliputi jenis, simpangan gigi (lihat keg.Belajar 1), jumlah gigi setiap panjang 1 inchi, dan panjang daun gergaji ditentukan oleh jarak sumbu lubang. Contoh penulisan spesifikasi daun gergaji secara lengkap: Single cutstraight set-18T-12"

 

 

 

Tabel 4.1 Jenis daun gergaji dan fungsinya


Tabel 4.2 Jumlah gigi gergaji dan penggunaannya

Jumlah Gigi/Inchi

Penggunaan

 

 

 

14 – 18

 

 

Untuk bahan pejal yang besar/tebal dari St. 37, Tembaga, Kuningan, dan Besi tuang

 

 

22 – 24

 

 

Untuk bahan yang keras, berbentuk dan tebal / baja karbon

 

 

28 – 32

 

 

Untuk bahan yang keras, berbentuk tipis atau pelat (tebal min. 2,4 mm)

 

Simpangan pada gigi gergaji dibuat supaya alur hasil pemotongan lebih lebar sedikit dibanding tebal daun gergaji itu sendiri, dengan demikian pada saat digunakan untuk memotong daun gergaji tidak terjepit benda kerja.


Celah bebas

 

Gambar 4.2 Simpangan Gigi Gergaji

Rangkuman

Dalam teknik menggergaji ini, alat utama yang digunakan adalah gergaji tangan. Gergaji tangan terdiri dari bingkai (sengkang) untuk pembentangan daun gergaji, tangkai (gagang) untuk pegangan, daun gergaji sebagai pemotong, dan mur/baut pengencang untuk menegangkan daun gergaji.

Dalam kegiatan menggergaji, pemilihan jumlah gigi gergaji juga sangat penting untuk diperhatikan karena jumlah gigi gergaji tersebut digunakan sesuai dengan jenis dan bentuk bahan yang dikerjakan.


Persyaratan Instalasi listrik

S O N I 12:42 PM 0

 


Persyaratan Instalasi listrik

Kesalahan dalam pemasangan, penggunaan maupun dalam perbaikan atau pemeliharaan instalasi listrik dapat menimbulkan bahaya atau kecelakaan  sehingga merugikan pengguna, peralatan maupun lingkungan. Bahaya yang ditimbulkan antara lain disebabkan oleh :

1. Arus hubung singkat ( konsleting ), menyebabkan kebakaran atau kerusakan pada peralatan ( peralatan instalasi atau peralatan pemakai )

2. Kejut listrik, yaitu arus berlebihan yang melalui tubuh

3. Panas yang timbul pada sambungan kabel, komponen atau alat pemakai.

 Untuk itu instalasi listrik harus memenuhi persyaratan utama sebagai berikut  :

1. Syarat Keselamatan kerja (Aman)

Yaitu keselamatan manusia, peralatan dan lingkungan. Jadi instalasi listrik harus aman bagi keselamatan pengguna ataupun orang-orang sekitar, aman bagi peralatan dan aman bagi alam sekitar.

2. Syarat keandalan (Andal)

Instalasi listrik harus bisa memenuhi fungsi dan kebutuhan pengguna secara terus menerus sebab pemutusan aliran listrik dapat merugikan pengguna, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan/kematian. Gangguan atau kerusakan yang mungkin timbul harus mudah dan cepat diperbaiki. Harus diusahakan agar terhentinya aliran listrik hanya ada pada daerah disekitar kerusakan/gangguan.

Sesuai dengan beban/pengguna, keandalan listrik dikatagorikan menjadi :

a. Keandalan sangat tinggi. 

Terhentinya aliran listrik bisa mengakbatkan kematian atau kecelakaan. Misal ruang operasi di rumah sakit, lift, eskalator, lalu lintas padat/ramai.

b. Keandalan tinggi. 

Terhentinya aliran listrik menyebabkan kerugian material yang sangat besar. Hal ini terjadi di pabrik-pabrik/industri.

c. Keandalan normal. 

Terhentinya aliran listrik tidak begitu berbahaya dan kerugian yang ditimbulkan cukup kecil. Misalnya di perumahan/pemukiman

d. Mutu. 

Artinya pengguna/konsumen harus mendapatkan aliran listrik yang sesuai dengan ukuran normal. Tegangan dan daya harus sesuai dengan kesepakatan.

3. Syarat  ekonomis

Biaya pemasangan dan pemeliharaan/perbaikan instalasi listrik sedikit mungkin, tetapi mendapatkan keuntungan yang besar/banyak. Jadi instalasi listrik harus dibuat sesederhana mungkin.

Guna memenuhi persyaratan di atas, maka instalasi listrik harus berpedoman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000 (PUIL 2000)