Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

#DompetKeringMemanggil : Pecinta Mie Ayam Seluruh Dunia Bersatulah!...

S O N I 9:49 PM 0



Doyok Bendrat mahasiswa semester 13,5 sedang menyantap makanan primer favoritnya "Mie Ayam Mbah Yai", dengan mimik muka serius seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Ini tidak bisa dibiarkan, Mie Ayam tidak boleh jatuh ketangan kapitalis" ucap Doyok Bendrat menuangkan kegelisahannya.

"Maksudmu apa to Mas Yok?" Balas Kasino Obeng mahasiswa semester 7,5 adik angkatan Doyok yang sekarang menjadi sohib seperjuangan dalam mengerjakan skripsi.

"Kamu tau warung burjo? padahal sekarang banyak warung burjo gak jualan burjo lagi, melainkan indomi. Ini adalah konspirasi yang terstruktur, masif dan sistematis".

"Ndak paham aku Mas".

"Coba bayangkan, biasanya kamu beli Es Burjo seharga 3500 itu perutmu kenyang dan menyegarkan tenggorokanmu. Nah, sekarang menu burjo sudah gak ada, kamu harus beli indomi plus telor seharga 6000 perut belum kenyang kamu harus nambah nasi seharga 2000 kemudian tenggorokanmu seret kamu perlu minuman es teh 3000. Sekarang total kamu harus bayar 11000. Ini sungguh tidak dompet friendly".

Kasino Obeng hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil menikmati Mie Ayam serta mencoba memahami argumen yang diucapkan Doyok Bendrat.

"Oke contoh lainnya. Semula ngopi di warkop seharga 3000 rupiah adalah hal yang lumrah, namun semenjak kaum indie mempopulerkan senja, kopi, dan foto berwarna jingga yang instagramable, mau gak mau manusia-manusia latah ini perlahan meninggalkan warkop kemudian beralih ke kafe-kafe yang kalo kamu lihat harga di daftar menu membuat dompetmu merasa muak".

"Ketika menyeduh kopi saset dikosan adalah sebuah aib itu saja sudah bikin bulu kuduk bergidik, bagaimana tidak? ketika kamu ketahuan nyeduh kopi saset yang cuma seharga 1500 per saset, maka ganjarannya adalah kamu bakal dirisak habis-habisan sama manusia sok ahli kopi kemudian sok memberikan pencerahan, semacam teori-teori bahwa minum kopi saset adalah sebuah dosa besar, dan yang benar adalah kamu harus minum kopi dengan cara kopi bean yang digiling manual, setiap takaran harus ditimbang, suhu air panas harus sesuai termometer yang sudah dirumuskan dan tentu saja haram hukumnya menambahkan gula, ah...sejak kapan minum kopi harus seribet menyelesaikan soal matematika"

"Terus apa hubungannya dengan Mie Ayam, Mas Yok?"

"Satu-satunya makanan kebanggaan mahasiswa berdompet kering seperti kita yang masih mungkin untuk dipertahakan adalah Mie Ayam, Mie Ayam masih menjadi alat pemersatu bangsa, ketika selera minum kopi saja bisa memecah belah bangsa ini".

"Terus cara menyelamatkan gimana, Mas?"

"Aku punya rencana, mula-mula Aku nanti membuat fanbase Pecinta Mie Ayam dalam beberapa akun sosial media, kemudian aku juga berencana membuat sebuah sistem perangkingan warung-warung Mie Ayam berbasis aplikasi Android yang bisa disortir berdasarkan harga dan ulasan dari para pelanggan yang pernah datang ke warung tersebut. Nanti aplikasi tersebut Aku namai Mie Ayam Underground Global Scouting System disingkat MAU BALSEM. Ketika pecinta mie ayam seluruh dunia bersatu, tak terkalahkan!!!"

"Betul Mas Yok, kita harus menyelamatkan Mie Ayam dari kapitalis. Tapi sampeyan lupa satu hal yang lebih mendesak dan ini bisa mempengaruhi masa depan, ini lebih penting dari menyelamatkan Mie Ayam"

"Apa itu Kas?"

"Hidup sampeyang sekarang itu tinggal setengah semester Mas, skripsimu garapen, terus sampeyan kelihatannya belum punya pendamping wisuda, hahaha..."

"Ealah... Telo kowe Kas!"

Senyuman Asih

S O N I 10:40 PM 0


Tengah malam menjelang fajar, terdengar kebisingan dan itu mengganggu tidurku.

Dug...dug...dug... "Kas...kasino...bangun kas..."

Dug...dug...dug... "Kas...kasino...bangun kas..." ibuku teriak-teriak sambil menggedor pintu kamarku. sedang berusaha membangunkanku.

Aku bangkit dari kasur. Badanku terasa berat. Aku membuka pintu kamar. Terlihat wajah ibuku tampak gelisah. "Ada apa buk?..."

"Asih meninggal!!!...bunuh diri di dalam kamar mandi!!!..."
"Jangan diam saja!...segera cuci muka, langsung kerumah asih...bantu bantu kesana, bapakmu sudah duluan..."

Kepalaku pusing. Aku masih tidak percaya apa yang terjadi. Ini adalah tepat satu minggu setelah pernikahan Asih dengan Doyok Bendrat. Aku ingat semalam nomer Asih melakukan beberapa panggilan telepon ke hapeku, namun aku tidak menjawabnya. Aku mematikan hape, kemudian tidur.

*****

Asih adalah tetanggaku, dia teman kecilku meskipun dulu kami tidak akrab. Usia Asih lebih tua dariku, selisih dua tahun. Dia sebenarnya seorang yang linglung, pendiam, berwajah sendu penuh kepedihan, susah bergaul, dan teman-temannya sering mengganggunya, serta sebenarnya aku juga tidak peduli.

Kata Ibuku yang menjadi Guru SD di Desa kami, Asih sering tidak masuk sekolah, nilainya juga jelek. Ketika kelas 5 SD, aku dan Asih menjadi teman sekelas. Asih sudah pernah tidak naik kelas dua kali, tapi sebenarnya aku tidak terlalu peduli.

Di kelas Asih sering diganggu teman-teman, dilempari gumpalan kertas, rambutnya ditaburi potongan kertas dan rautan pensil, ketika menulis tangannya dihentak hingga tulisannya tercoret. Hal ini lama-lama mengganggu pikiranku, meskipun sebenarnya aku tidak peduli.

Sebelumnya tempat dudukku berada paling depan sebelah kiri, namun aku memutuskan pindah tepat di belakang tempat duduk Asih. Aku berusaha menghalangi teman-teman yang ingin mengganggu Asih. Suatu saat Asih menoleh ke arahku dengan wajah sendunya, dengan spontan tanpa berfikir aku nyeletuk "Asih...tersenyumlah..." kemudian Asih membalas dengan senyumnya, entah kenapa ketika Asih tersenyum aku juga ikut tersenyum. Sejak saat itu Asih mulai terus tersenyum. Ya terserah saja, toh aku tidak peduli.

Waktu pendaftaran masuk SMP bapak dan ibuku mendaftarkanku ke Kota, namun setelah tahu Asih masuk SMP kecamatan, aku merengek untuk pindah ke SMP kecamatan dengan alasan biar lebih dekat rumah. Dengan kami satu sekolah aku bisa terus mengawasinya, padahal aku tidak menyukainya. Ah...sial, seharusnya aku tak peduli.

Di SMP aku perhatikan Asih masih selalu tersenyum, sudah tidak ada lagi yang mengganggunya di sekolah. Saat SMP inilah ia mengenal Doyok Bendrat pemuda desa yang sekarang mendapat predikat preman penguasa desa setelah dalam acara dangdut koplo mengahajar preman sebelumnya Dono Dongkrak hingga tersungkur ke tanah sampai-sampai tidak bisa bangun lagi.
Aku terkejut ketika mendengar Asih berpacaran dengan Doyok Bendrat, sebenarnya aku tak peduli.

Suatu ketika aku memergoki Doyok sedang menampar pipi Asih. Tanpa berfikir panjang. Tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi kepadaku, aku memukul Doyok Bendrat hingga terkapar di lantai, namun sebaliknya justru Asih malah marah-marah kepadaku, teriak-teriak kenapa aku memukul Doyok, dia bilang dia mencintai Doyok, dia bisa mengatasi masalahnya sendiri, Asih menyuruhku pergi kemudian di akhiri dengan senyumannya yang terlihat palsu, senyum penuh kepedihan didalamnya.

Semenjak kejadian itu aku mulai membenci senyumnya yang palsu itu dan lama tak pernah lagi bertemu dengannya.

Aku sudah tidak ingin memikirkannya lagi. Aku membenci wajahnya apalagi senyumnya. Perlahan-lahan ia menghilang dari ingatanku. Aku mulai menyibukkan diri dengan sekolah hingga masuk ke perkuliahan.

Dua minggu yang lalu, Asih datang kerumah untuk menyampaikan surat undangan pernikahannya dengan Doyok Bendrat. Tentu saja dia tersenyum kepadaku. Aku membenci senyum itu dan tentu saja aku tidak peduli.

Aku memutuskan tidak akan datang ke pernikahannya. Karena aku tahu disana, Asih bakal tersenyum sepanjang hari di atas panggung pengantin, dan itu membuatku muak.

*****

"Kas...kasino...ambilkan air mineral gelas untuk santri yasin tahlil, disamping almari bufet"

"Nggih...Pak Dhe..."

Aku pergi menuju almari bufet untuk mengambil air mineral, namun mataku tertuju pada album foto pernikahan Asih. Rasa penasaranku tak terbendung untuk membuka album itu.

Aku membuka album itu. Membolak-balik berkali-kali. Ada yang mengganjal. Kepalaku pusing. Dadaku terasa perih.

Ini adalah untuk pertama kalinya semenjak SD melihat Asih kembali menjadi dirinya sendiri, sudah lama aku tidak melihat ekspresi wajah Asih seperti itu. Seorang yang linglung, pendiam, penuh kepedihan, sendu, serta tidak ada senyum diwajahnya.

"Aku tidak peduli..."

"Ya...benar..."

"Aku hanya berusaha untuk tidak peduli..."

"Sial...kenapa otak ini tak mau berhenti memikirkan..."

"Apa yang sebenarnya Asih sedihkan?..."


Di Hari Ulang Tahun Mbah Nini

S O N I 8:05 PM 1
Mbah Ni terlihat tersenyum tipis dan matanya berkaca-kaca memandangi foto jadul diatas meja, bersebelahan dengan sepotong kue dan secangkir kopi milik anak laki-lakinya yang sedang bersiap-siap untuk mengajar di sebuah sekolah luar kota. Dalam  foto itu nampak Mbah Ni ketika seusia ibu muda menggandeng tangan kedua anaknya yang masih kecil dipotret sekitar tahun ’90an. Ia masih tak percaya waktu bergulir begitu cepat, di usianya sudah sepantasnya di panggil Nenek dan anak-anaknya sekarang sudah besar.

Beberapa waktu yang lalu Mbah Ni memutuskan pensiun dari pekerjaannya sebagai pedagang dan menutup toko miliknya yang sudah dikelola lebih dari 30 tahun. Menurut beberapa cerita, Mbah Ni muda adalah seorang wanita pekerja keras sama seperti wanita desa pada umumnya yang juga ikut bekerja disawah sebagai buruh tani, namun bedanya Mbah Ni memiliki keinginan untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi, meskipun banyak orang mencibir dan mustahil untuk diwujudkan. Tak ada yang tahu alasan kenapa Mbah Ni sangat bertekad untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga sarjana.

*****


Mbah Ni adalah orang yang memang berkarakter tidak bisa berdiam diri. Untuk mengisi waktu luang dalam masa pensiunnya agar tidak bosan, Mbah Ni mulai membuat sebuah catatan daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.

Belajar mengoperasikan ponsel cerdas Android. Akhir-akhir ini Mbah Ni sangat bersemangat untuk belajar bagaimana caranya menggunakan aplikasi WhatsApp untuk sekedar Video Call dengan cucu-cucunya.

Jadwal memasak. Selain belajar Video Call, Mbah Ni juga belajar mencari kemudian mencatat resep resep makanan yang ia temukan dalam perangkat ponsel cerdas miliknya. Sebagai referensi untuk memperkaya daftar jadwal memasak.

Daftar belanja. Sampo, sabun, odol, perlengkapan mandi lainnya, kopi, teh, cemilan dan daftar kebutuhan lainnya sudah mulai bisa diprediksi oleh Mbah Ni kapan bahan bahan tersebut bakal habis.

Mengumpulkan uang receh. Setelah tidak lagi bekerja, Mbah Ni mulai banyak menghabiskan waktu untuk bersih-bersih rumah. Biasanya banyak ditemukan uang receh yang tersembunyi dan tergeletak, kemudian Mbah Ni mengumpulkan dalam satu wadah sebuah kaleng bekas biskuit.

Berolahraga. Setiap bangun pagi setelah sholat subuh, Mbah Ni menyempatkan diri untuk berolahraga, jalan pelan beberapa meter bolak-balik didepan rumah. Kemudian lanjut memutar VCD player berisi video tutorial senam yang dibelikan oleh anak perempuannya yang bekerja sebagai perawat di luar kota. Mbah Ni menirukan gerakan-gerakan instruktur senam tersebut hingga merasa cukup lelah kemudian istirahat.


*****

Anak laki-lakinya sedang bersiap-siap. Sebelum berangkat bekerja,  ia berbicara pada Mbah Ni yang masih memandangi foto lawas kenangan keluarganya.

"Maaf Mak, selama ini saya menjadi beban Emak yang bekerja siang malam. Hanya untuk menyekolahkan kami hingga sarjana. Hingga Emak tidak sempat untuk berdandan, membeli perhiasan seperti ibu-ibu yang lain. Saya ingin bertanya sesuatu Mak, Emak sekarang sudah pensiun, kalau boleh tahu, di hari ulang tahun Emak ini, apakah harapan Emak yang ingin dicapai, atau keinginan terpendam Emak yang belum sempat untuk diwujudkan karena dulu masih mempunyai tanggungan membesarkan Saya dan Mbak Yu. Saya sama Mbak Yu sekarang sudah bekerja, siapa tahu, mungkin bisa mewujudkan sedikit keinginan Emak"

Mendengar perkataan anak laki-lakinya, membuat air mata Mbah Ni mengalir deras. Dadanya sesak. Sejenak bibirnya bergetar tanpa mengeluarkan satu patah kata pun, kemudian menyerahkan foto yang dipegangnya kepada anak laki-lakinya.

"Sudah kabul nak...harapan Emak sudah kabul...Emak tak pernah mengira mendapat pertanyaan seperti itu. Emak bahagia...Emak bahagia...lihatlah dibalik foto itu. Orang paling bahagia adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, sekarang Emak bisa pensiun dengan tenang"

Laki-laki itu membalik foto dan menemukan tulisan.

"perawat"

"guru"

Sore Waktu Itu

S O N I 12:13 PM 0

sore hari disela kesibukan biasa kita sempatkan bertemu
terkadang baca buku
terkadang jika bosan kita nonton serial love rain drama korea yang mendayu
hingga aku tau kamu sedang ngambek sama ibumu

"kok cemberut kenapa?
"gak papa"
"sudah baca berita hari ini, dek"
"berita apa?"
"katanya ibumu sedang rindu, kamu disuruh telpon hari ini"
"halah...males"
"kalo gak mau biar aku yang ngomong"
"mau ngomong apa kamu sama ibuku"
"mau ngomong terimakasih"
"terimakasih buat apa?"
"terimakasih sudah melahirkan dan merawat gadis secantik kamu"

aku lihat kamu tersenyum, dan matamu mulai berkaca kaca hingga tak sanggup untuk menahan air yang mengalir pelan.
kamu mengambil handphone tapi kamu ragu untuk membukanya.
aku ingin memberimu waktu untuk sendiri semoga kamu memutuskan untuk menelfonnya.

"dek, aku pulang ke kos dulu, sepertinya tadi lupa tak kunci"

Kisah Seorang Bocah Yang Memakai Seragam Valencia

S O N I 10:53 PM 0

Salah satu kabar baik yang datang dari Liga Spanyol musim ini adalah kembalinya Valencia ke papan atas. Jika beberapa musim terakhir ini ada Atletico Madrid yang mampu mengimbangi dominasi duo raksasa Liga Spanyol Real Madrid dan Barcelona, dahulu diakhir 90an hingga awal 2000an ada Valencia yang saat itu dilatih oleh Rafa Benitez yang menjadi trendsetter formasi 4231 murni dengan memakai 3 gelandang serang yang menopang 1 striker didepannya bukan modifikasi dari 442 yang memakai 1 striker utama dan second striker yang bergerak bebas juga 2 pemain sayap yang hanya menyisir kedua sisi lapangan.

Mengingat valencia juga mengingatkan saya tentang kisah nostalgia di masa remaja awal, kisah seorang bocah yang pernah memakai seragam valencia.
******
Tahun 2002 sepulang sekolah SD, beberapa hari sebelum sunat aku dan kakak pergi kerumah Pak Lek untuk meminjam kamera analog yang akan digunakan untuk mengabadikan salah satu momen penting dalam hidupku dan juga menagih janji Pak Lek yang akan menghadiahkan kaos bola jika aku berani sunat. “mau kaos klub apa kamu Le?” tanya Pak Lek menawarkan, “kaos Valencia dengan nama Aimar dibelakangnya” jawabku bersemangat, “ lha kenapa kok Valencia?” Pak Lek kembali bertanya, “karena valencia juara, Pak Lek...”jawabku cepat.

Aku tak tahu sejak kapan tepatnya aku mulai menyukai sepakbola, hanya saja sejak kecil aku merasa bahagia ketika menendang bola bersama teman-teman, satu bola dengan dua gawang yang terbuat dari pecahan batu bata, tanpa kiper, tanpa wasit, tanpa aturan, ketika salah satu bocah mencetak gol semua ikut merayakan entah kawan entah lawan tak ada pertengkaran semua bahagia.

Sejak aku mengetahui Pak Dhe yang seorang Guru Olahraga berlangganan tabloid Bola dan Motor Plus yang terbit seminggu sekali setiap hari kamis, seringkali aku dolan kerumah Pak Dhe untuk membaca tabloid dan mengikuti perkembangan dunia sepakbola. Karena jarak rumah kami yang lumayan jauh untuk seorah bocah SD aku memutuskan untuk kesana setiap hari jumat usai melaksanakan ibadah sholat jumat aku tak langsung pulang, aku biasanya mampir terlebih dahulu ke rumah Pak Dhe yang berjarak sekitar 100m dari Masjid Desa.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa-masa dimana seseorang ingin menentukan sepeti apa jalan hidupnya, ada beberapa orang yang mampu memilih dengan tegas, mendeskripsikan dirinya sendiri, memilih hobi tertentu, menekuni suatu hal, suatu profesi, menyukai aliran musik tertentu, dan memilih pasangan diusia yang sangat muda. Namun ada beberapa orang lainnya yang harus melewati jalan panjang bertahun-tahun, gonta ganti gaya pakaian, beberapa gaya rambut, beberapa aliran musik, dan beberapa kisah kasih untuk bisa medeskripsikan dirinya sendiri.

Sebelum akhirnya aku memilih klub Arsenal sebagai klub yang aku dukung, di masa anak-anak aku pernah memilih mendukung beberapa klub dengan bermacam-macam alasan mengapa aku harus mendukung klub tersebut, ada klub yang aku dukung karena aku menyukai desain seragamnya kemudian membeli kaosnya, ada klub yang aku dukung karena banyak menangi liga suatu negara, ada juga karena hebat di liga champion eropa.

Hingga dikemudian hari tahun 2004 setelah membeli tabloid Soccer dengan edisi mengulas tentang Klub Arsenal juga terdapat bonus poster skuat The Invicible yang baru saja menjuarai Liga Inggris tanpa terkalahkan selama satu musim. Disitu aku mengenal pelatih Arsenal, Arsene Wenger, “orang ini pasti sangat hebat hingga bisa membuat klub ini menjuarai liga tanpa kalah” aku membatin. Aku mulai tertarik dengan apapun tentang Wenger, saat menonton Arsenal bertanding seringkali aku memperhatikan orang ini sangat tenang dan elegan, saat jumpa pers di televisi dia tidak sombong tidak sesumbar klubnya paling hebat dan aku memutuskan untuk mengidolai Arsene Wenger.

Aku sangat berterimakasih kepada orang-orang yang telah mengenalkanku pada sepakbola, mengajarkanku menendang bola, dan menikmati perasaan bahagia saat mencetak gol.

Suatu ketika di sore hari aku bersama anak lelakiku yang masih balita sedang menonton timnas bertanding di ruang keluarga lewat televisi, aku menempelkan stiker merah putih di kedua pipinya, memakaikan kaos warna merah dengan logo garuda di dada sebelah kiri dengan nama Luthfi dan nomor punggung 6 dibelakang, kemudian aku menata rambutnya dengan gaya mohawk, dia sangat antusias menonton televisi dan juga bola plastik yang dipegang erat-erat ditangannya.

Ditengah pertandingan tiba-tiba terdengar teriakan dari arah dapur “kurangi volume tivinya...berisik!!..”, aku tak menggubris suara itu dan tetap menikmati pertandingan, tak lama kemudian seorang wanita datang dengan marah-marah “aduhhhh....anakku sampeyan apakan ini, mas..” wanita itu terus saja ngomel-ngomel sambil merapikan rambut anaknya dan juga mencabut stiker merah putih di pipinya. Setelah wanita itu tenang dia bertanya padaku “ini kenapa kok beli bajunya harus nama Luthfi kan Egy lebih terkenal, mas?..” karena Luthfi adalah pemain terpenting di timnas. “penting apanya,,wong dia Cuma diem didepan bek, larinya juga area situ aja, terus pemain yang bernama Aimar di kaosmu waktu kecil itu apa juga pemain terpenting kok kamu beli?”

“Pablo Aimar memang pemain terpenting saat Valencia menjuarai Liga Spanyol, tapi bukan itu dek, alasan aku membeli seragam Valencia dengan nama dia”

“lha...terus karena apa?”

“karena Pablo Aimar mirip Tuan Frodo di film The Lord Of The Rings,,,hehhe”


Memburu Makhluk Penunggu Di Sungai Jayen

S O N I 7:58 PM 0


Sungai Jayen nampak tenang namun sebenarnya menakutkan, sungai dengan lebar yang cukup besar ini konon dahulu kala nama Jayen diambil dari ucapan para serdadu VOC atau orang sekitar menyebutnya tentara Londho ketika lewat sungai ini mereka sering mengucap...Giant....Giant...yang berarti besar atau raksasa, pengucapan Giant memang terdengar Jayen...Jayen...entah karena lebar sungai yang besar atau jangan-jangan para serdadu telah melihat mahluk penunggu sungai ini?..

Beberapa hari ini menurut pengakuan warga sekitar sungai, mereka telah kehilangan hewan ternak seperti ayam, bebek dan juga wedhus. Ada yang melihat dimakan buaya ada juga yang melihat anaconda. Setelah kejadian itu, beberapa orang ingin memburu makhluk tersebut.

Hari ini suhu udara agak dingin karena habis hujan lebat aliran sungai juga mengalir deras. Mas Torik terlihat sibuk dengan jebakan-jebakan yang terbuat dari tali tambang tak lupa sesekali menghisap rokok kretek samsoe dengan aroma khas nya yang lebih suka dilelet dengan choki-choki daripada dengan ampas kopi, Kres terlihat sedikit menggigil sedang sibuk mengasah parang dan membuat tombak beberapa tongkat dengan ujung besi cantolan, kemudian ada Lek Man sedang menyiapkan perahu kecil sambil menikmati rokok djarum super dimulutnya.

“ayo berangkat..” ucap Lek Man memberi komando untuk memulai perburuan, menyisir sepanjang sungai Jayen, tidak perlu menunggu lama kami langsung disambut beberapa rombongan Anaconda.

“SIAP-SIAP BRAY!!!..ROMBONGAN DATANG KEARAH KITA, SIAPKAN PERLAWANAN!!!..”teriak Mas To memperingatkan kami agar tetap waspada, aku dan Kres siap menebas kepala Anaconda dengan parang ditangan kanan jebakan jaring dan tali tambang sudah menunggu diluncurkan dengan tangan kiri, sementara Lek Man fokus pada perahu dan mengawasi sekitar.

“Ceprak....Ceprak....” Kres dengan sigap tanpa rasa takut menebas kawanan Anaconda kemudian memperingatkanku “hati-hati Mas!!...kepalanya masih bisa bergerak...” dengan hati-hati aku menarik jaring keatas perahu.

“SETAN ALASS!!!...WASPADA BRAAY!!...BUAYA WEROK...KERAHKAN KEKUATAN PENUH!!!...”teriak Mas To  sambil menyiapkan jebakan tali tambang “Kres!!...nanti kalo Buaya muter-muter...kamu ulur talinya, biarkan talinya melilit badan Monster itu!!..” “Lek Man nanti bantu angkat Buaya!!...”

“SIALAN!!!...BERRAATTT!!..”aku berteriak, lawan terlalu berat, monster berputar-putar, air terkoyak bergelombang tak beraturan, kemudian buaya menyenggol perahu hingga oleng “BRUAAKK..” kami sedikit panik, dari kejauhan terdengar suara kendaraan, tak lama kemudian ada seseorang memanggil “Kang Man!!...Jangan diteruskan!!...Langit makin hitam pekat!!...Mau Hujan Lagiii!!...” batinku Alhamdulillah kami terselamatkan. Aku hafal suara orang ini, tidak salah lagi Dia pasti Lek Marno anak pemilik Warung Mie Ayam terenak di Desa ini.

“ANAK-ANAK!!!...AYO MENTAS!!!...Angkat Hasil Buruan Keatas Bak Mobil” Lek Man menyuruh kami menyudahi misi perburuan.

Lek Man : “Kira-kira dapet berapa ini, Mar?...”
Lek Marno : “70rebu Kang...”
Lek Man: “Lho...Lho....kok segitu?..biasanya segini kan dapet 150, Mar?..”
Lek Marno: “Lha ini kan lebih banyak Bambunya daripada Balok Kayunya, Kang..kalo buat kayu bakar ini cuma keluar asapnya doang lah,,haha...”
Lek Man : “Tambahi dikit lah Mar,,kasian Anak-anak...”
Lek Marno: “yasudah...voucher gratis Mie Ayam malam ini...”
Lek Man : “Siyap Kumendan....”
Lek Man : " Anak-anak!!!...Ada laporan warga, melihat seekor Macan nggondol Wedhus di alas jati Memble, nanti malam rapat di Warungnya Marno..."

Menjadi Teman Sebaik-baiknya Sehormat-hormatnya

S O N I 9:42 PM 0

Pada suatu pagi dihari minggu, bertempat di sebuah rumah kontrakan yang dihuni oleh 4 mahasisa semester tua, mereka adalah Dono Dongkrak, Kasino Obeng, Indro Gerindo, dan Doyok Bendrat, sedang mengalami kebosanan yang memuncak karena perputaran kehidupan yang sama tiap hari bangun tidur-makan-main ps-garap skripsi-tidur terus berulang.
Kasino Obeng seperti biasa ceplas ceplos dan banyak ide edan tiba-tiba melepaskan joystick ps kemudian ngomong “ woe bro semua,,aku bosen tenan ki, gimana kalo kita bikin acara apa gitu..”
Indro Gerindo menyahut males “opo to kas, aneh-aneh wae..”
ganti Dono Dongkrak menyambung kasino dengan semangat  “aku juga bosen kas,,gimana kalo kita buat ‘Konco Award’, kita kan sudah kuliah bersama selama 4 tahun, gimana kalo kita kasih salah satu teman kita sebuah penghargaan,,haha... gimana kalo menurutmu yok?”
“aku setuju sama Dono” jawab Doyok Bendrat dengan nada datar
“yowes kalo gitu, siapa ini kandidatnya” sahut Indro semangat
“kalo menurutku ya Cuma satu” Doyok menjawab datar lagi
Kasino teriak “jangkrik,,siapa yok!! Kok mung siji..”
“lha yo sante aja to kas,,jangan kenceng-kenceng kalo ngomong” lagi-lagi doyok menjawab datar
“ya jelas Kadir Linggis lah, gak ada anak yang paling tulus dan polos selain kadir diangkatan kita, pokoe koncoable orangnya...” lanjut doyok yang selalu ngomong datar
“dan menurut kita, kowe ki anak paling polos nomer 2 setelah kadir, yok,,,haha” balas Kasino Obeng ketawa
“Lho yo kowe ki ngono kok kas...kesel aku” bales doyok kesal dengan nada datar lagi
Indro inisiatif nengahi sambil ketawa kecil “udah...udah...kas...yok...hehe, sekarang kita tes aja si Kadir, kalo dia memang layak mendapat ‘konco award’ dari kita, enaknya dites apa ini ya...”
Dono menjawab Indro “ coba nganu Ndro, pura-pura pinjem helm aja, gimana Ndro, Kas, Yok...”
“Mantap Don, kalo emang si Kadir itu orangnya tulus, dia pasti mau nganter kesini, coba telpon Ndro...” bales Kasino cepat
“tuuuut....tuuuut...cekrek...halo dir, ada helm nganggur dikosmu gak dir, aku butuh dua nih dir, disini pada dibawa semua termasuk helmku, aku butuh biyanget nih dir” Indro telpon Kadir
suara Kadir datar “waduh...Ndro, disini juga pada dipake, kalo ente butuh banget nanti tak usahain”
“Modyar kowe Dir...Kadir...gak bakal datang cah kwi, siapa brani taruhan 10menit gak bakal datang” Kasino Obeng tertawa sinis
“jangkrik opo kwi 10 menit, cuepet biyanget” jawab Indro
***5 menit kemudian***
“Wasyemmm ah,,,sowi ne 5 menit gak dateng-dateng tuh si Kadir, udah ganti kandidat lain saja” keluh Kasino kesal
Doyok menjawab dengan nada datar lagi “Lho yo Kas,,,kamu gak sabaran gitu, hawong baru 5 menit kok sudah mau dicoret, kontrakan Kadir kan agak jauh...
hambok kita tunggu 5 menit lagi Kas....nah kalo sampe 5 menit  gak dateng....dengan terpaksa kita harus tunggu 5 menit lagi...gitu”
***10 menit kemudian***
“lha itu kadir sudah datang,, piye gaes,,bener to omonganku” doyok mengabarkan dengan nada datar
“si kadir ini jadi konco kok ya baek biyanget ki harus kita interview bray, pasti ada maunya” seloroh kasino curiga
“kamu lho kas, suudzon terus” balas doyok datar
“dir,,ente ini kok baek biyanget ntu pigimane ceritanye?” tanya kasino pada kadir

“sebenarnya dulu ane itu kejam, gara-gara nasehat bapak ane, sekarang ane tobat”
“anak TK lewat depan ane aja, langsung ane plorotin tuh celananya” lanjut kadir

“saaadiiisss,,,,ente kejam biyanget ya dir, udah lanjutin dir ceritanya” balas kasino

Kemudian kadir melanjutkan cerintanya “jadi gini ceritanya, dulu itu temen ane kan anak TK terus ane sering malakin anak-anak TK, ngadu anak-anak biar pada berantem, ane ajarin tuh anak-anak misuh-misuh...”
“...sampe sampe bapak ane dilabrak ortunya anak-anak itu, nah bapak ane kan malu tuh, terus ane diceramahin deh sama bapak ane...”
“...pas ane mau jadi orang baik, kumpul sama temen seumuran, ternyata ane itu gak diterima disitu, sering dibully, disuruh suruh terus, emangnya ane pelayan mereka apa...”
“ane ngadu sama bapak”
“aku mau berhenti jadi teman yang baik pak...aku capek pak...selalu jadi kalah kalahan, dibully terus terusan...padahal kan niatku baik”
“terus bapak ane jawab”
“nak...dengarkan baik-baik nasehat bapak, capek itu manusiawi nak, kalo kamu istirahat rasa capekmu hilang...tapi kebaikanmu itu abadi, kelak kebaikanmu itu akan menyelamatkanmu di akherat...”
"...kalo ada temenmu minta tolong, sebisa mungkin kamu tolong, barangkali kamu itu satu-satunya temennya atau bisa jadi kamu itu harapan terakhir yang dimintai tolong sedang yang lain gak bisa nolong, kalo kamu dimintai tolong temenmu, berarti temenmu itu percaya sama kamu, kamu itu teman yang bisa diandalken"
“maaf pak, tapi aku sudah gagal jadi teman yang baik...”
“enggak apa apa nak...Dir...kamu sudah berusaha menjadi teman sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya...”
“jadi begitulah ceritanya bray”

“Don....Kas....Ndro....Yok... lho kok malah pada tidur semua...”
“ealahh....GENTHOO!!!”

Secangkir Kopi dan Obrolan Dikala Senja(nanti)

S O N I 6:40 PM 0

kawanku, suatu saat nanti jika kita diberi umur panjang dan kesempatan untuk berjumpa,
duduk bersama berhadapan dengan satu meja,
mendengarkan lagu-lagu slank padi so7 juga dewa,
bercerita tentang masa muda tentang dunia yang sudah tak penting lagi,
membuka lembaran album foto kita dan menertawainya
tak lupa sesekali menyicip kopi panas disampingnya....

"ayo kita berpura-pura kopi ini adalah sampanye"
"untuk apa kita melakukan itu?"
"untuk merayakan hidup"
*TOSS*


obrolan diatas terinspirasi dari film berjudul Coffee and cigarettes karya sutradara Jim Jarmusch.
mari kita simak lagu Terlalu Manis dari Slank cekidot


Temanku TK Sekarang Menjadi Anak Vespa(Gembel)

S O N I 5:53 PM 0


Namanya adalah mas geng, bisa dibilang kami ini sudah sohib sejak pleygrup, saya masih ingat ketika kelas TK Besar kita pernah bolos sekolah bareng karena jenuh mengikuti kegiatan bermain. Waktu itu kami ngumpet dibawah tanaman pagar semacam luntas atau bonsai di pinggir jalan raya.

kami nongkrong ngobrol-ngobrol tentang masa dewasa nanti, tidak hanya ngobrol saja kami juga belajar berhitung bus dan truk. Jika truk yang lewat maka dikeplaklah ndasku dan jika bus yang lewat maka kukeplak NDIIAASSEE!! Kemudian pas temen-temen pulang kemudian kita juga ikut pulang. Ndilalahnya, pas sampai rumah ternyata simbok saya sudah tau kalo saya bolos. Entah siapa yang mengadu saya tak tahu, ngalamat bokong saya akhirnya diciwel simbok sampe gosong. Dan banyak lagi kenakalan yang kami lakukan waktu masih TK. Ya begitulah, namanya juga anak-anak, masa kecil kalian semua suci saya penuh dosa.

Bisa dibilang mas geng ini memang berjiwa “Rebel” pendobrak kemapanan, berani melawan arus, meskipun dicap negatif sebagian orang karena tattoo dan piercing ditubuhnya yang merupakan hal aneh di kampungku. Berbeda dengan teman kecilku yang lainnya, maupun teman yang lama tak berjumpa. Ketika aku bertemu dengan teman-teman lain, pertanyaan mereka selalu sama “kamu sekarang kerja dimana? mana calon pacarmu? kapan kamu wisuda?” sebagai mahasisa abadi itu merupakan salah satu pertanyaan yang paling huasyu yang sering saya terima bertubi-tubi.

Mas geng sekarang ini sangat sulit ditemui, karena lebih sering touring bersama komunitas vespa, banyak orang nyebutnya vespa gembel. Jadi Dia jarang dirumah, mungkin kalo ada acara-acara penting saja baru pulang.

Setelah sekian lama ketika itu aku bertemu lagi dengannya pas ada acara melekan kawinan saudaranya rumahnya bersebelahan. yaitu semacam kegiatan begadang dirumah orang yang punya gawe, biasanya tamu yang datang disuguhi makan, cemilan, kopi, kartu remi dan kadang juga “jamu” anggur atau beras kencur. Saya agak kaget dengan ucapan basa basi yang muncul dari mulutnya waktu itu.

A= aku, B=mas geng

B= "pye kabare bro, makaryo apa sekarang?"

A= "ahh,,belum ada kerjaan bro, masih gini-gini aja ngerjain skripsi"jawabku agak berat

B= "maksudku karya bro bukan kerja, hidup ndak berkarya itu rugi bro, prinsipnya hidup ini jangan cuma bekerja tapi juga berkarya berbagi, bekerja...berkarya...berbagi"

A= "wihh,,ngeri tenan, aku kuliah malah gak mikir sampe segitu, malu aku, haha"

B= "in cuma ada di sekolah kehidupan bro, gak ada di buku-buku pelajaran, pengalaman adalah guru terbaik, pengalaman hanya tercipta dari perjalananmu sendiri...haha" dia tertawa lepas.

A= "wahh..top tenan..salam super(sambil mengacungkan jari telunjuk ala pak mariyo teduh)"

Mas geng ini kalo kemasukan anggur dikit biasanya memang pengen ngomong terus. Yo akhire tak tanggap terus to...

A= "wah kayaknya sekarang ikut anak vespa ya bro"

B= "ya begitulah, enaknya anak vespa itu solidaritasnya tinggi, kalo pas lewat ada vespa lain mogok pasti bantu dandani, minimal dorong ke bengkel lah,"

A= "lha kalo yang ada botol2 bekas dicantolin dimotormu itu maksudnya apa to?"

B= "haha...jangan salah bro itu justru kita bersihin jalan dari sampah, gak kayak orang yang kadang “klowor” buang botol sembarangan, ya itu botol-botol dijalan kita kumpulin kalo sudah banyak di kiloin lah, lumayankan buat beli bensin,,haha"

A= "weiss,,joss, baru tahu aku”

B= “itu namanya berdikari, berdiri diatas kaki sendiri, kalo balok-balok itu mau tak buat karya seni, bisa patung bisa asbak, sebagai manusia kita juga harus bermanfaat untuk alam, menyelamatkan alam dari robot-robot berdasi"

A= “oke...oke...sip”

B= "lihat ndik belakang kae bro aku nandur apa?"

A= "kelapa yang masih tunas itu? lha emang kenapa?”

B= "saya itu suka nanem kelapa, karena semua bagian kelapa itu bisa dimanfaatkan bro, santan, air kelapa, janur, buat kayu bakar, gazebo, ciduk batok, wes banyak pokoe, sebagai menungso yang punya akal kita juga harus lebih bermanfaat, berkarya, berbagi jangan cuma merusak alam"

B= "aku nek bulan puasa biasane mengadakan buka bersama neng panti asuhan, pye mau ikut apa gak?"ujarnya manawari saya

A= "yo gampang bro, nek pas aku ndik omah, yo wes aku tak balik dulu lah, sudah ngantuk aku"

B= "oh yo...oke...oke"
diperjalanan saya pulang kok kepikiran dan heran sama temen saya yang mengeluarkan kata kata mutiara justru pas temen saya lagi mabok. Mungkin ini bisa dikatakan semacam ilham atau pesan Illahi buat saya agar lebih bermanfaat di dunia, Allah Karim.
*ora lali lagu kanggo sampeyan dek,,,