Untuk Mikel "Mr. Klimis" Arteta, May The Force Be With You

S O N I 10:16 AM



Alkisah pada jaman dahulu kala di sebuah Galaksi nun jauh disana, terjadilah perang bintang antara Kekaisaran Galaksi yang ingin menguasai alam semesta di komandoi oleh pimpinan militer mereka Darth Vader dengan Pasukan Pemberontak yang di pimpin oleh Puteri Leia yang tidak lain adalah anak perempuan dari Anakin Skywalker alias Darth Vader itu sendiri. Suatu ketika, pasukan pemberontak berhasil mencuri rancangan stasiun penghancur planet bernama Death Star. Dalam keadaan terdesak karena telah tertangkap pasukan First Order Kekaisaran Galaksi, Puteri Leia menyimpan rancangan tersebut pada sebuah Droid bersamaan dengan sebuah pesan permintaan pertolongan, kemudian menerbangkannya ke sebuah Planet.

Dikemudian hari Droid tersebut ditemukan oleh Master Jedi bernama Obi-Wan Kenobi. Sang master yang menerima pesan, mencoba ikut membantu Pasukan Pemberontak untuk melawan Kekaisaran Galaksi. Namun pada akhirnya, Obi-Wan Kenobi dikalahkan oleh Darth Vader. Sebelum meninggal, Obi-Wan Kenobi telah menemukan seseorang yang memiliki energi Force yang masih terpendam berpotensi menjadi penerusnya yaitu seorang Jedi yang menjaga keseimbangan alam semesta bernama Luke Skywalker, serta mewariskan senjata Lightsaber dan pesan terakhir kepadanya untuk menemui Yoda seorang Grand Master Jedi agar bisa melatihnya menggunakan kekuatan Force atau energi alam semesta. 
 
Luke Skywalker adalah simbol harapan baru, begitulah ringkasan sinopsis Film Star Wars IV : New Hope (1977).

Bulan April Tahun 2018 pada sebuah Planet berwarna biru bernama Bumi, tepatnya di atas daratan Inggris Raya. Lord Arsene Wenger pelatih Arsenal FC pada saat itu memutuskan untuk moksa dari Emirates Stadium. Namun sebelum memutuskan untuk pensiun, sama seperti seorang Jedi yang memiliki pandangan jauh kedepan pastinya telah menyiapkan seorang calon penerus dan Arsene telah menemukan di jauh-jauh hari. Dia adalah Mikel Arteta.

 
Sang Master Arsene Wenger tau, Mikel Arteta memiliki potensi besar untuk menyelamatkan Arsenal. Namun saat itu kekuatannya belumlah cukup untuk melawan para raksasa Inggris Raya yang berjumlah 6 atau disebut The Big Six, maka diutuslah Mikel Arteta untuk berguru kepada Master lainnya. Josep "Pep" Guardiola.


"Mikel punya pengaruh besar bahkan ketika ia tidak bermain. Ia super teliti dan setiap pagi dua jam sebelum latihan ia juga sudah bersiap-siap, dan itu amatlah tepat," ujar Wenger di Reuters.

 "Saya benar-benar berharap Mikel mempertimbangkan masuk ke dunia pelatih. Saat menjadi pelatih, Anda ingin melihat para pemain Anda terus lanjut, dan melihat mereka meneruskan pengalaman dan pengetahuannya lagi (ke para pemain berikutnya)."
 
"Akan bagus jika seorang pemain seperti Mikel ingin masuk ke manajemen, jadi di suatu tempat nanti gaya main kami bisa terus hidup lewat para pemain yang sudah pernah bermain buat kami (Arsenal)."




Setelah selama 3,5 tahun Arteta memperdalam ilmu kanuragan di kota Manchester bersama Guardiola, kini sudah saatnya ia kembali ke Emirates Stadium membawa sebuah harapan mengembalikan kejayaan The Gunners. 

"Saya ingat terakhir kali saya melewati lorong, bersama anak dan istri di tangan saya, saya berkata kepada istri, 'suatu hari nanti saya akan kembali ke sini sebagai pelatih'," ujar Arteta.

Setelah beberapa pertandingan yang ditunjukkan Arsenal dibawah kepelatihan Arteta, semuanya terlihat berjalan positif. Arteta tidak hanya tipe pelatih aktif yang memaksa tim lain untuk menyesuaikan permainannya namun juga pelatih reaktif yang menyesuaikan kondisi dilapangan ketika rencana tidak berjalan bagaimana mestinya. Hal ini menunjukkan bahwa Arteta memang tipe pelatih yang tidak hanya memiliki satu rencana tapi juga memiliki rencana B, C, dan seterusnya.

Harapan adalah kepercayaan akan sesuatu hal yang diinginkan pada suatu saat nanti dapat terwujud. Dan kini, di bawah tangan dingin Mikel Arteta harapan tersebut secara perlahan mulai terlihat hasilnya. May the force be with you, Mikel.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »