Ozil dan Kuroko: Si Jago Assist Berwajah Sayu Yang Suka Menghilang

S O N I 5:00 AM 0


Pada gelaran EURO CUP 2012 lalu muncul foto cocoklogi persamaan antara Andres Iniesta dengan Tsubasa Ozora, dimana tokoh tersebut sedang membawa bola sambil dikerubungi para pemain tim lawan.


Kali ini saya mencoba untuk ikut mencocokkan 2 karakter tokoh dunia nyata dengan tokoh anime yang menurut saya memiliki kesamaan.. :v
kuroko tetsuya adalah tokoh utama dalam cerita manga(komik jepang) dan anime kuroko no basuke. Pada anime tersebut kuroko digambarkan memiliki tubuh kecil untuk ukuran pemain basket, memiliki fisik yang lemah, berwajah datar tanpa ekspresi. Bermain untuk klub sekolah menengah atas Seirin. Mesut Ozil adalah pemain sepakbola asal Jerman yang saat ini bermain untuk klub sepakbola Arsenal FC.

Berikut adalah beberapa kesamaan antar kedua tokoh ini, cekidot bray.

1. Memiliki wajah sayu
Kedua tokoh ini memiliki kemiripan pada karakter wajah mereka yang tampak sayu, seolah seperti kurang semangat, wajah mengantuk, tatapan kosong, bahkan seperti orang yang baru saja menenggak segelas ciu.
2. Suka menghilang
Kuroko pada anime kuroko no basuke di gambarkan sebagai karakter yang memiliki hawa keberadaan yang tipis sehingga banyak orang yang tak sadar jika kuroko ada di sebelah mereka. Berikut adalah video kuroko yang keberadaannya tidak disadari temannya hingga membuat mereka kaget
Ozil memiliki kecenderungan menghilang saat melawan tim tim besar, saat tim sedang bertahan ozil tidak ikut terlibat pada sistem pertahanan dan saat tim sedang menyerang ozil juga terlibat dalam sistem, seperti ucapan mantan manajer Prancis, Raymod Domenech "Begitu ada kekuatan fisik yang terlibat, dia menghilang, Jika dia harus mundur untuk membantu tim bertahan, dia tidak akan melakukannya". Bahkan beberapa netizen pun membuat gambar meme(baca:”mim”) untuk menyindir Ozil yang suka menghilang. Maaf kalo saya pernah menghilang, saat kamu lagi sayang-sayangnya, dek.


3. Jago assist
Kuroko adalah tipe pemain passing tetapi tidak seperti peran point guard murni karena tidak dapat men dribble maupun mengumpan pada umumnya namun jago memberikan assist pada rekannya. Karena kuroko memiliki fisik yang lemah dia punya cara sendiri dalam bermain basket yaitu dengan mengepalkan telapak tangan untuk mendorong bola. Kuroko pada awal anime diceritakan tidak dapat menembak bola secara normal sehingga dia bermain hanya sebagai pemantul bola saja. berikut videonya

Ozil merupakan pemain yang mampu menjadi top assist di 3 liga besar eropa, liga champion, World Cup, dan Euro.

 4. Menggunakan No. Punggung 11 di timnya sekarang



5. Pindah dari tim besar bertabur bintang namun bermain individual ke tim yang mementingkan kolektifitas
Kuroko sebelumnya bermain untuk tim SMP Teiko yang belum pernah merasakan kekalahan dengan para pemain yang berbakat dan juga disebut sebagai Kiseki no Sedai atau generasi keajaiban. Namun dibalik kesuksesan mereka ada masalah yang tidak disukai oleh kuroko yaitu sikap individual para pemain, sehingga kuroko memutuskan untuk melawan mereka dengan dibantu oleh Kagami untuk membuktikan pada Kiseki no Sedai bahwa cara bermain basket Seirin dapat mengalahkan mereka.

Ozil pindah dari Real Madrid ke Arsenal sebagai pemain termahal dengan bandrol 42juta pound, setelah tidak cocok dengan taktik dan tidak mendapat kepercayaan dari manajer Madrid saat itu Carlo Ancelotti, akhirnya Ozil memilih untuk bergabung dengan Arsenal setelah mendengar ucapan Arsene Wenger tentang filosofi arsenal dan juga dimana dia akan ditempatkan dalam taktiknya.

6. Memenangkan Piala
Seirin adalah sekolah yang baru memiliki tim basket 2 tahun, dan belum memiliki prestasi dalam olahraga basket. Setelah Kuroko bergabung akhirnya memenangkan kejuaraan Winter Cup.


Arsenal yang sedang mengalami paceklik gelar hingga 10 tahun akhirnya berhasil merengkuh gelar kembali lewat FA Cup 13/14 dimusim pertama Ozil bergabung bersama Arsenal.


Taktik 3 Center Bek Yang Menyenangkan Ala Julian Nagelsmann

S O N I 8:46 AM 0
 
Pertengahan musim 2015/2016 lalu, ketika klub Bundesliga TSG 1899 Hoffenheim yang terancam degradasi setelah hanya menorehkan 1 kemenangan dalam 10 laga dan berada pada peringkat 17 atau nomer 2 dari bawah tabel klasemen. Dengan hasil tersebut tentu saja pihak direktur klub Hoffenheim melakukan pembenahan, dimulai dengan memecat pelatih kepala klub Markus Gisdol, kemudian tugas Gisdol digantikan oleh pelatih caretaker Huub Stevens hingga akhir musim. Namun takdir berkata lain, Huub Stevens yang sedang mengalami gangguan kesehatan akhirnya memutuskan untuk mundur. Kemudian, pihak klub memutuskan untuk mengorbitkan pelatih kepala skuat muda mereka Julian Nagelsmann yang pada waktu itu masih berusia 28 tahun. 

Kisah menyenangkan TSG 1899 Hoffenheim pun dimulai, misi pertama Nagelsmann adalah menyelamatkan klub dari jurang degradasi. Misi kedua Nagelsmann membawa klub tetap bertahan di Bundesliga musim berikutnya. Misi pertama sukses dilakukan dengan mengakhiri liga musim 15/16 diperingkat 15 tabel klasemen.


Pada musim ini 2016/2017 Julian Nagelsmann meneruskan keajaiban yang dilakukannya dengan rentetan hasil positif hingga Hoffenheim mampu bersaing di papan atas Bundesliga. Dalam 27 laga musim ini Hoffenheim bertengger diperingkat 3 klasemen dengan memperoleh 13 kemenangan 12 imbang dan hanya menelan 2 kekalahan, adalah sebuah kemewahan bagi pelatih muda yang belum pernah melatih tim profesional ini telah mencapai papan atas dengan klub yang musim lalu terancam degradasi, ntapsss ndan....



Lalu, apasih rahasia kesuksesan taktikal Nagelsmann musim ini? Jawabnya adalah sistem pertahanan, ya..pertahanan adalah faktor utama dalam mengarungi musim panjang bak maraton, mengutip ucapan Sir Alex Ferguson “Attack wins you games, defence wins you titles” atau menyerang memenangkanmu pertandingan, pertahanan memenangkanmu gelar. Hal ini di akui sendiri oleh Nagelsmann dengan fokus pada sistem pertahanan dengan pressing ketat, terinspirasi oleh Ralf Rangnick yang dulunya pernah melatih Hoffenheim, "Rangnick, yang sekarang berada di Leipzig, memainkan sepakbola yang menarik. Ketika mereka kehilangan bola, mereka langsung menciptakan situasi khusus agar bola kembali kepada penguasaan mereka, salah satunya dengen menekan pemain dalam situasi berbahaya. Inilah yang sedikitnya memengaruhi gaya bermain saya"
 

Pada musim ini Nagelsmann menggunakan formasi 3 bek tengah, namun berbeda dengan sistem 3bek lainnya. Uniknya permainan 3bek tengah ini sangat dominan membawa bola dalam membangun permainan dan terlihat sangat menyenangkan,mereka trio Sule, Vogt, Hubner memerankan role BPD(Ball Playing Defender) yang fasih memainkan tempo permainan layaknya gelandang, nyaman membawa bola dan tanpa rasa panik walaupun didaerah pertahanan sendiri, berikut adalah cuplikan video dan passmap atau kombinasi umpan antar pemain yang justru didominasi oleh trio bek tengah.