Alexis Sanchez : I Choose The Dark Side

S O N I 7:55 PM 0

Drama tarik ulur perihal ketidakpastian kontrak Alexis Sanchez dan Mesut Ozil sempat membuat resah para gooners di seluruh alam semesta, bagaimana tidak? Dua bintang andalan Arsenal FC tersebut hanya menyisakan kontrak yang tinggal enam bulan saja dan terancam pindah klub dengan status free transfer di akhir musim 2017/18.

Dalam cerita film Star Wars VIII The Last Jedi, juga terjadi drama tarik ulur oleh dua tokoh utama Rey dan Kylo Ren yang saling mempengaruhi untuk masuk ke sisi cahaya atau ke sisi kegelapan dalam kekuatan energi Force. Kylo Ren merasakan melalui energi Force mengetahui bahwa Rey sedang gelisah menanti kedatangan Orang Tuanya yang sudah meninggalkannya, mencoba memanfaatkan keadaan tersebut dengan mempengaruhi Rey untuk bergabung di sisi kegelapan dan menunjukkan betapa hebatnya kekuatan kegelapan kemudian ingin melanjutkan ambisinya untuk menguasai galaxy bersamanya. Sementara Rey mencoba membujuk Kylo Ren untuk kembali ke sisi cahaya dan meyakini bahwa di dalam diri Kylo Ren masih terdapat sisi cahaya seperti ketika masih bernama Ben Solo.



Ozil dan Sanchez, keduanya seperti saling mempengaruhi untuk meninggalkan klub bersama atau memperpanjang kontrak bersama. Ozil diberitakan telah menyetujui perpanjangan kontrak namun masih menunggu bagaimana pihak klub mencoba untuk mempertahankan Sanchez. Ozil sendiri sempat mencoba mempengaruhi keputusan sanchez dengan cara memposting cuitan di twitter tentang gambar anj*ng yang sejenis dengan Atom dan Humber anj*ng peliharaan Sanchez.

Sementara Alexis Sanchez sejak akhir musim kemarin sudah menunjukkan tanda tanda bahwa dia ingin pergi dari Arsenal FC dan keputusannya sudah bulat, dia merasa klub ini tak dapat merealisasikan ambisinya untuk memenangi Liga Inggris dan Liga Champion, serta keinginannya untuk menjadi pemain sepakbola terbaik di dunia. Tawaran datang dari klub yang ditangani oleh Pep guardiola Manchester City, namun Arsene Wenger sebisa mungkin menghalangi kepergiannya dengan menolak semua tawaran yang datang untuknya dan meyakini bahwa Alexis Sanchez masih memiliki kesetiaan dan memperpanjang kontrak, namun hingga setengah musim berlalu Sanchez tetap saja belum bersedia memperpanjang kontraknya. 

Keinginannya untuk pindah tak dapat dibendung, membuat performa klub semakin menurun hingga terdampar ke urutan 6 klasemen sementara, Alexis Sanchez merusak permainan tim dengan cara bermain lebih individual yang bukan merupakan identitas permainan Arsenal yang terkenal dengan permainan satu dua sentuhan dan pergerakan pemain tanpa bola. Selain di lapangan Sanchez juga berulah diluar lapangan hingga muncul gosip terjadi ketidakharmonisan di ruang ganti Arsenal FC, hal ini semakin di dukung fakta ketika pihak klub mengijinkan Alexis Sancez pindah ke Manchester United dengan sistem pertukaran pemain, dengan Mkhitaryan sebagai pemain yang pindah ke Arsenal FC, setelah peresmian pemain tersebut pihak klub maupun para pemain tidak ada satupun yang mengirimkan pesan perpisahan kepada Alexis.

Seiring berjalannya waktu akhirnya Ozil memperpanjang kontraknya setelah terjadinya pertukaran pemain antara Sanchez dan Mkhitaryan serta disusul oleh kedatangan Aubameyang dari Dortmund yang juga sempat terjadi drama perpindahan, tidak dimasukkannya nama Aubameyang dalam susunan pemain di beberapa laga dan juga tersebarnya foto dirinya yang memilih bermain futsal dengan teman temannya. Kepastian transfer pemain semakin berlarut yang disebabkan oleh pihak Arsenal yang tidak menyepakati harga pemain yang telah ditetapkan, Dortmund meminta harga 70 juta pound sedangkan arsenal ngotot pada kisaran harga 50 juta pound, akhirnya disepakati 56 juta pound beserta bonus lainnya yang total mencapai angka 60 juta pound.

Ditengah-tengah film Star Wars VII terdapat adegan dimana Kylo Ren berbicara di depan helm kakeknya Anakin Skywalker atau lebih dikenal dengan nama Lord Darth Vader “...tolong tunjukkan kekuatan kegelapan itu sekali lagi, dan akan kuselesaikan apa yang sudah kau mulai, aku akan meneruskan perjuanganmu...kakek...”. Barangkali sebelum Alexis Sanchez pindah ke Manchester United, dia telah mengirimkan pesan kepada Robin van Persie “...hai Robin van Persie saya Alexis Sanchez, tolong beritahu bagaimana keadaan di United? Aku ingin meneruskan apa yang sudah kau mulai, meninggalkan Arsenal dan bergabung di United... I Choose The Dark Side”.

Ramsey-Wilshere: Tidak Ditakdirkan Untuk Bersama

S O N I 6:22 AM 0

Tahun 2008 Ramsey didatangkan dari klub Cardiff City sebagai pemain muda yang menjanjikan sedangkan Wilshere di tahun yang sama sudah mulai diorbitkan dari tim u-21 arsenal sebagai pemain debutan termuda dalam sejarah klub di usia 16 tahun, rekor sebelumnya dipegang oleh Fabregas. Setelah debut kedua pemain ini untuk skuat utama klub banyak fans optimis tampaknya masa depan klub sangat cerah, termasuk saya. Tahun 2011/12 Fabregas pun mengamini dan mengingatkan kepada fans untuk melupakan dirinya dan Samir Nasri yang meninggalkan klub di tahun yang bersamaan “saya sudah melihat aaron selama tiga tahun dan jack untuk dua setengah tahun. Jack pastinya akan menjadi kapten masa depan inggris, tidak diragukan lagi. Mereka adalah masa depan klub Arsenal dan keduanya bisa diandalkan untuk bermain bagus karena mereka kompetitif dan juara. Mereka akan luar biasa untuk klub.”


Sudah sejak lama saya mengidamkan untuk melihat dua gelandang Arsenal Aaron Ramsey dan Jack Wilshere bermain reguler sepanjang musim bersama-sama bahu membahu berjuang di lini tengah untuk kejayaan klub, namun sepertinya takdir tidak pernah menyatukan kedua pemain ini untuk muncul bersama di starting line up pertandingan. Jika yang satu bermain bagus yang satunya sedang cidera, jika yang satu sudah sembuh dan siap bermain lagi yang satu justru menyusul cidera. yang satu masuk yang satu keluar, yang satu bermain penuh satu musim untuk Arsenal, yang satu dipinjamkan satu musim penuh di klub lain.

Hampir 10 musim berada di satu klub tapi mereka tak pernah bermain berpasangan dilini tengah, banyak yang meragukan mereka tidak bisa bermain bersama dikarenakan memiliki posisi sama yaitu gelandang serang, namun hal itu dimentahkan ketika pertandingan play off liga champion 2013/14 melawan Fenerbahce, menyusul cidera yang dialami oleh arteta dan kepergian alex song, arsenal tidak memiliki gelandang bertahan. Maka, Arsenal memaksa ramsey-wilshere berpasangan sebagai double pivot dalam formasi 4-2-3-1, sebelum pertandingan banyak yang beranggapan bahwa arsenal akan kalah dikarenakan lini bertahan yang rapuh, namun keduanya membuktikan tanpa gelandang bertahan pun arsenal mampu menang besar walaupun dikandang lawan, mereka bermain saling melengkapi dan saling mengisi pos yang ditinggalkan.

Jack Wilshere hanya menyisakan kontrak tinggal 6 bulan saja, sedangkan Aaron Ramsey menyisakan kontrak tinggal 18 bulan. Wilshere telah dihubungkan dengan Liverpool yang mencoba menawarkan bergabung dengan status bebas transfer, sedangkan Ramsey telah diberitakan jika tawaran perpanjangan kontrak yang ditawarkan oleh Arsenal ditolak kemungkinan klub memilih opsi untuk menjualnya untuk menghindari bebas transfer di akhir musim nanti. Bisa jadi musim ini adalah terakhir kalinya mereka berada di satu klub tanpa pernah bermain reguler bersama  di lini tengah Arsenal permusimnya. Para pemain bisa saja berharap untuk bermain bersama siapa namun pada akhirnya Arsene Wenger yang menentukan siapa yang akan muncul pada starting line up.

UNNES Semakin Ramai Namun Semakin Sepi

S O N I 3:36 AM 0

beberapa waktu yg lalu saya ke semarang, sekitar 3 hari disana, meskipun sebentar saya ingin menyempatkan diri mengunjungi kampus hijau unnes, aku mampir di warung burjo sekedar minum segelas es kopi, sebenarnya saya ingin mampir ke warung pak matori warung langganan semasa kuliah namun saya tak cukup keberanian untuk datang, saya belum memiliki jawaban untuk pertanyaan beliau ketika terakhir saya datang kesana sekitar 3 tahun lalu.

saya bisa merasakan betapa semakin ramainya sekitar kampus, namun setengah jam saya disana sudah cukup bagiku untuk menyadari betapa saya hanya seorang yg sedang sendiri disini, tak ada satu katapun keluar dari mulutku. semakin ramai tapi bagiku kampus ini semakin sepi, semakin asing.

saya mengingat sesuatu, kemudian aku merogoh saku tas, kuambil satu rangkaian kunci, yang paling besar adalah kunci pintu kamar dua kunci gembok lemari dan yang paling kecil kunci gembok untuk piringan cakram sepeda motor. aku tersenyum, aku berfikir barangkali waktu itu ibu kost sedang kebingungan mencari kunci salah satu kamarnya.

memegang rangkaian kunci ini semakin membuatku datang ke rumah kost, menyapa teman-teman, membuka kamar dan meletakkan tas punggung kemudian keluar kamar mendatangi teman-teman menceritakan perjalananku dari rumah ke semarang, saya mampir sebentar di indomaret, memakai jas hujan, kawasan kota lama banjir, memberikan informasi bahwa di demak ada razia polisi, menertawai remaja yang panik lalu lantang karena merasa tidak lengkap, dan juga sensasi salip menyalip dengan bus GP yang ugal ugalan.

namun kenyataannya lain, tentu saja rumah kost sudah ditempati orang lain, suasana jelas lain.
sama seperti kunci dan mantan rumah kostku dahulu, kampus ini sudah bukan lagi tempatku. unnes memang penting bagi saya, namun ini sudah lebih dari cukup, sudah lebih dari cukup untuk menyadari bahwa tak ada lagi alasan untuk datang kesini.

Obrolan Warkop Chapter 3: Wisuda, Kerja, dan Jaket Pak Jokowi

S O N I 7:00 AM 0

ANGKLUNG(Angkringan Lek Untung). Terdengar alunan musik dangdut dari sebuah speaker handphone milik Kasino Obeng, vocal nakal khas Nella kharisma ditambah keplekan tangan Cak Malik seakan me-nahkoda-i irama musik orkestra dengan keplekan beat-beat ketipung secara teratur tanpa sadar menggerakkan kepala setiap pendengar ke kanan ke keri dan sesekali menggerakkan kedepan sambil mengucap...hokya...hokya...

Kali ini lagu Pacobaning Urip menggema dengan rintihan lirik yang mengusik telinga dan perasaan.
~~“Kok koyo ngene abot sanggane.
yen lagi dadi wong ora nduwe.
tak rewangi bendino nyambut gawe rekoso.
nanging kayane ra sepiro..”~~

Kasino obeng terlihat tak bersemangat, memasang muka sejelek-jeleknya dalam arti sebenar-benarnya, kusam berminyak, mata sayu dengan tatapan kosong, kumis yang tumbuh abstrak tak beraturan. Sambil menghisap rokok dan sesekali menyeruput kopi, dia mbatin perasaan iri melihat kesuksesan Doyok Bendrat yang sekarang menjadi mandor di salah satu perusahaan bonafit di ibu kota dengan segala kemewahan dan tunjangan hidup yg mencukupi, sedangkan kasino merasa ini tidak adil karena dia merasa lebih pintar, aktif berorganisasi dan kesibukan lainnya sewaktu kuliah.

“ngopo Kas...akhir-akhir ini sering ngelamun, lihat mukakmu itu, sudah kayak ditinju mike tyson,,remuk...”

“dari dulu hidupku kok kayak gini ya Lek..rekoso terus...
...kira-kira kenapa ya Lek, kok aku selalu gagal pas usaha ya..”

“jangan begitu Kas, hidup itu sudah ada yang ngatur, ingat pepatah jawa..narimo ing pandum..menerima apa yang sudah menjadi bagian kita....
...begini Kas...sekarang itu jamannya banyak cari koneksi, kalo kamu gak punya koneksi orang dalam ya memang susah cari usaha langsung enak, emangnya kamu itu siapa?...
...ibaratnya gini, jaketmu dulu pas beli berapa?”

“150 Lek...”

“itu kan sudah kamu pake, jadi artinya jaket bekas dipake Kasino Obeng, misal itu kalo dijual kira-kira berapa?...100ribu laku gak?”

“gak yakin Lek, palingan 60an...”

“nah...sekarang kalo misal jaketmu itu bekas dipake Pak Jokowi, terus foto, kira-kira kalo dijual 1juta laku gak?”

“wohh,,ya harusnya bisa lebih to Lek,,,teorinya masuk akal juga Lek”

“lho...lho...pengetahuan ngene iki mahal mas...di sekolah gak ada...haha..”

******
 “sampeyan masih ingat temenku, Doyok Bendrat, Lek?”

“ya masih...gimana kabarnya sekarang, Kas”

“sudah enak sekarang Lek, jadi mandor, dia memang sudah beruntung sejak lahir, kemaren dia pulang kampung cuti tahun baru, Lek”

“wah, alhamdulillah ya, sudah sukses, tapi kamu kan gak tahu kalo selama ini dia kerja keras...”

“gak Lek...sudah beda nasib sejak lahir, dia anak orang kaya anak tunggal banyak warisan aku pas-pasan, dia tampan aku pas-pasan, walaupun masalah otak aku lebih pintar dan dia pas-pasan, tapi kenyataannya setelah wisuda dia langsung dapat kerja bonafit sementara aku penghasilan usaha pas-pasan...~kok koyok ngene abot sanggane...yen lagi dadi wong ora nduwe~~....menyakitkan ya Lek...jadi orang nggak punya apa-apa gini”

“TAHU APA KAMU SOAL KEBERUNTUNGAN!!!...KAS!!!...TAHU APA KAMU SOAL NASIB!!!...”

Rupanya dari tadi doyok berdiri dibalik kain tenda angkringan lek untung dan mendengar semua obrolan tersebut.

“Apa kamu tahu...hal yang lebih menyakitkan dari tidak punya apa-apa..Kas....
...hal yang lebih menyakitkan dari tidak punya apa-apa itu...tidak punya siapa-siapa..Kas...
...kamu lebih beruntung masih punya orang tua, saat kau ingin pulang, ada keluarga dirumah yang menantimu, ada orang yang mendengar segala ceritamu di perantauan”
*****

 “sudah...sudah...ngomong-ngomong ini kok langsung Chapter 3, yang chapter 2 Jodo dan Bojo mana ini?...heuheu”



Obrolan Warkop Chapter 1: Pemuda Jaman Now Kok Mlempem

S O N I 5:28 AM 0

“tumben sepi Lek?”

Malam hari sekitar jam 8 sehari setelah tahun baru 2018, Kasino Obeng terlihat ngopi sendirian di angkringan langganannya “ANGKLUNG’’ (angkringan lek untung)

“iya Kas, ndak tahu sekarang sepi, sepertinya sekarang sudah banyak angkringan-angkringan, kape-kape, apalagi kalo pelayannya cewek semok, ya rame lah”

“haha...sampeyan bisa aja lek”

“kamu kok lama gak mampir sini kemana, Kas? Sibuk kerja tah...”

“oh..nganu Lek..sorine ya..nganu..kopine sampeyan diejek je Lek, katanya..yakin itu kopi?..katanya kopi itu digiling Lek, bukan disobek, jadi kemaren-kemaren aku coba kopi yang digiling ditempat”



“lha rumangsamu kopiku ndak digiling po?"

“lha itu sasetan kan ya disobek Lek”

“digiling di pabriknya maksudnya..haha”

“ealahhh..jiangkrik....”

*****
“umurmu berapa Kas?”

“30 lek, ada apa to?”

“lhadalah..wes 30 kok ndak berani rabi...nak...nak..sudah 2018 lho ini”

“mbuh Lek ah..emang sampeyan dulu nikah umur berapa?”

“20 to ya...sampeyan kenapa sampe 30 kok ndak berani”

“hawong..kerjaan belum tetap kok Lek, nanti makan apa?”

“lho katanya kerja di prilen...”

“lha iya freelance..gampange artinya freelance itu serabutan Lek,,haha”

“rumangsamu dulu aku kerja?..serabutan juga..nyatanya berani rabi..nyatanya keluarganku gak mati kelaparan, sehat wal”

“tapi aku belum punya pacar Lek...”

“aku dulu juga belum, gadis sedesa yang lumayan, langsung tak ajak nikah, Dia mau, malamnya bapakku datang bertamu nentukan tanggal nikah sama calon mertua, beres...”

“jiangkrik,,,kok gampang to Lek,,,tapi pengenku yo nabung sek minimal kanggo DP KPR ngono..”

“rumangsamu dulu aku bangun rumah punya duit?...batu bata kita buat sendiri berdua, dicetak sendiri, dibakar sendiri...pasir...aku macul sendiri di kali, semen...aku nyicil tiap ada kerjaan bayaran tak titipke Lek Basir(toko bangunan) satu sak semen, akhirnya beres...”

“tapi kan nganu Lek....”

“rak sah ngona nganu sampeyan ki Kas, kakean alasan wae...”

“sampeyan enak Lek, bojone bisa dijak kerjasama, susah cari seperti itu sekarang Lek,
mbuh ahh...nanti kalo sudah berjodoh ya ketemu sendiri”

“pemuda jaman now kok mlempem...kas...kas...jangan lihat enaknya aja, nek bojo durung mesti dadi jodo, tapi nek jodo wes mesti dadi bojo(kalo bojo belum pasti jadi jodoh, tapi kalo jodoh sudah pasti jadi bojo)”

“maksudnya gimana Lek Untung, aku belum paham ki?”

“sudah jangan tanya lagi nanti kepanjangan, jodo dan bojo kita lanjutken di obrolan warkop chapter 2 besok-besok kalo ada waktu”

Sore Waktu Itu

S O N I 9:13 PM 0

sore hari disela kesibukan biasa kita sempatkan bertemu
terkadang baca buku
terkadang jika bosan kita nonton serial love rain drama korea yang mendayu
hingga aku tau kamu sedang ngambek sama ibumu

"kok cemberut kenapa?
"gak papa"
"sudah baca berita hari ini, dek"
"berita apa?"
"katanya ibumu sedang rindu, kamu disuruh telpon hari ini"
"halah...males"
"kalo gak mau biar aku yang ngomong"
"mau ngomong apa kamu sama ibuku"
"mau ngomong terimakasih"
"terimakasih buat apa?"
"terimakasih sudah melahirkan dan merawat gadis secantik kamu"

aku lihat kamu tersenyum, dan matamu mulai berkaca kaca hingga tak sanggup untuk menahan air yang mengalir pelan.
kamu mengambil handphone tapi kamu ragu untuk membukanya.
aku ingin memberimu waktu untuk sendiri semoga kamu memutuskan untuk menelfonnya.

"dek, aku pulang ke kos dulu, sepertinya tadi lupa tak kunci"

Kisah Seorang Bocah Yang Memakai Seragam Valencia

S O N I 7:53 AM 0

Salah satu kabar baik yang datang dari Liga Spanyol musim ini adalah kembalinya Valencia ke papan atas. Jika beberapa musim terakhir ini ada Atletico Madrid yang mampu mengimbangi dominasi duo raksasa Liga Spanyol Real Madrid dan Barcelona, dahulu diakhir 90an hingga awal 2000an ada Valencia yang saat itu dilatih oleh Rafa Benitez yang menjadi trendsetter formasi 4231 murni dengan memakai 3 gelandang serang yang menopang 1 striker didepannya bukan modifikasi dari 442 yang memakai 1 striker utama dan second striker yang bergerak bebas juga 2 pemain sayap yang hanya menyisir kedua sisi lapangan.

Mengingat valencia juga mengingatkan saya tentang kisah nostalgia di masa remaja awal, kisah seorang bocah yang pernah memakai seragam valencia.
******
Tahun 2002 sepulang sekolah SD, beberapa hari sebelum sunat aku dan kakak pergi kerumah Pak Lek untuk meminjam kamera analog yang akan digunakan untuk mengabadikan salah satu momen penting dalam hidupku dan juga menagih janji Pak Lek yang akan menghadiahkan kaos bola jika aku berani sunat. “mau kaos klub apa kamu Le?” tanya Pak Lek menawarkan, “kaos Valencia dengan nama Aimar dibelakangnya” jawabku bersemangat, “ lha kenapa kok Valencia?” Pak Lek kembali bertanya, “karena valencia juara, Pak Lek...”jawabku cepat.

Aku tak tahu sejak kapan tepatnya aku mulai menyukai sepakbola, hanya saja sejak kecil aku merasa bahagia ketika menendang bola bersama teman-teman, satu bola dengan dua gawang yang terbuat dari pecahan batu bata, tanpa kiper, tanpa wasit, tanpa aturan, ketika salah satu bocah mencetak gol semua ikut merayakan entah kawan entah lawan tak ada pertengkaran semua bahagia.

Sejak aku mengetahui Pak Dhe yang seorang Guru Olahraga berlangganan tabloid Bola dan Motor Plus yang terbit seminggu sekali setiap hari kamis, seringkali aku dolan kerumah Pak Dhe untuk membaca tabloid dan mengikuti perkembangan dunia sepakbola. Karena jarak rumah kami yang lumayan jauh untuk seorah bocah SD aku memutuskan untuk kesana setiap hari jumat usai melaksanakan ibadah sholat jumat aku tak langsung pulang, aku biasanya mampir terlebih dahulu ke rumah Pak Dhe yang berjarak sekitar 100m dari Masjid Desa.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa-masa dimana seseorang ingin menentukan sepeti apa jalan hidupnya, ada beberapa orang yang mampu memilih dengan tegas, mendeskripsikan dirinya sendiri, memilih hobi tertentu, menekuni suatu hal, suatu profesi, menyukai aliran musik tertentu, dan memilih pasangan diusia yang sangat muda. Namun ada beberapa orang lainnya yang harus melewati jalan panjang bertahun-tahun, gonta ganti gaya pakaian, beberapa gaya rambut, beberapa aliran musik, dan beberapa kisah kasih untuk bisa medeskripsikan dirinya sendiri.

Sebelum akhirnya aku memilih klub Arsenal sebagai klub yang aku dukung, di masa anak-anak aku pernah memilih mendukung beberapa klub dengan bermacam-macam alasan mengapa aku harus mendukung klub tersebut, ada klub yang aku dukung karena aku menyukai desain seragamnya kemudian membeli kaosnya, ada klub yang aku dukung karena banyak menangi liga suatu negara, ada juga karena hebat di liga champion eropa.

Hingga dikemudian hari tahun 2004 setelah membeli tabloid Soccer dengan edisi mengulas tentang Klub Arsenal juga terdapat bonus poster skuat The Invicible yang baru saja menjuarai Liga Inggris tanpa terkalahkan selama satu musim. Disitu aku mengenal pelatih Arsenal, Arsene Wenger, “orang ini pasti sangat hebat hingga bisa membuat klub ini menjuarai liga tanpa kalah” aku membatin. Aku mulai tertarik dengan apapun tentang Wenger, saat menonton Arsenal bertanding seringkali aku memperhatikan orang ini sangat tenang dan elegan, saat jumpa pers di televisi dia tidak sombong tidak sesumbar klubnya paling hebat dan aku memutuskan untuk mengidolai Arsene Wenger.

Aku sangat berterimakasih kepada orang-orang yang telah mengenalkanku pada sepakbola, mengajarkanku menendang bola, dan menikmati perasaan bahagia saat mencetak gol.

Suatu ketika di sore hari aku bersama anak lelakiku yang masih balita sedang menonton timnas bertanding di ruang keluarga lewat televisi, aku menempelkan stiker merah putih di kedua pipinya, memakaikan kaos warna merah dengan logo garuda di dada sebelah kiri dengan nama Luthfi dan nomor punggung 6 dibelakang, kemudian aku menata rambutnya dengan gaya mohawk, dia sangat antusias menonton televisi dan juga bola plastik yang dipegang erat-erat ditangannya.

Ditengah pertandingan tiba-tiba terdengar teriakan dari arah dapur “kurangi volume tivinya...berisik!!..”, aku tak menggubris suara itu dan tetap menikmati pertandingan, tak lama kemudian seorang wanita datang dengan marah-marah “aduhhhh....anakku sampeyan apakan ini, mas..” wanita itu terus saja ngomel-ngomel sambil merapikan rambut anaknya dan juga mencabut stiker merah putih di pipinya. Setelah wanita itu tenang dia bertanya padaku “ini kenapa kok beli bajunya harus nama Luthfi kan Egy lebih terkenal, mas?..” karena Luthfi adalah pemain terpenting di timnas. “penting apanya,,wong dia Cuma diem didepan bek, larinya juga area situ aja, terus pemain yang bernama Aimar di kaosmu waktu kecil itu apa juga pemain terpenting kok kamu beli?”

“Pablo Aimar memang pemain terpenting saat Valencia menjuarai Liga Spanyol, tapi bukan itu dek, alasan aku membeli seragam Valencia dengan nama dia”

“lha...terus karena apa?”

“karena Pablo Aimar mirip Tuan Frodo di film The Lord Of The Rings,,,hehhe”