Obrolan Warkop Chapter 3: Wisuda, Kerja, dan Jaket Pak Jokowi

S O N I 7:00 AM 0

ANGKLUNG(Angkringan Lek Untung). Terdengar alunan musik dangdut dari sebuah speaker handphone milik Kasino Obeng, vocal nakal khas Nella kharisma ditambah keplekan tangan Cak Malik seakan me-nahkoda-i irama musik orkestra dengan keplekan beat-beat ketipung secara teratur tanpa sadar menggerakkan kepala setiap pendengar ke kanan ke keri dan sesekali menggerakkan kedepan sambil mengucap...hokya...hokya...

Kali ini lagu Pacobaning Urip menggema dengan rintihan lirik yang mengusik telinga dan perasaan.
~~“Kok koyo ngene abot sanggane.
yen lagi dadi wong ora nduwe.
tak rewangi bendino nyambut gawe rekoso.
nanging kayane ra sepiro..”~~

Kasino obeng terlihat tak bersemangat, memasang muka sejelek-jeleknya dalam arti sebenar-benarnya, kusam berminyak, mata sayu dengan tatapan kosong, kumis yang tumbuh abstrak tak beraturan. Sambil menghisap rokok dan sesekali menyeruput kopi, dia mbatin perasaan iri melihat kesuksesan Doyok Bendrat yang sekarang menjadi mandor di salah satu perusahaan bonafit di ibu kota dengan segala kemewahan dan tunjangan hidup yg mencukupi, sedangkan kasino merasa ini tidak adil karena dia merasa lebih pintar, aktif berorganisasi dan kesibukan lainnya sewaktu kuliah.

“ngopo Kas...akhir-akhir ini sering ngelamun, lihat mukakmu itu, sudah kayak ditinju mike tyson,,remuk...”

“dari dulu hidupku kok kayak gini ya Lek..rekoso terus...
...kira-kira kenapa ya Lek, kok aku selalu gagal pas usaha ya..”

“jangan begitu Kas, hidup itu sudah ada yang ngatur, ingat pepatah jawa..narimo ing pandum..menerima apa yang sudah menjadi bagian kita....
...begini Kas...sekarang itu jamannya banyak cari koneksi, kalo kamu gak punya koneksi orang dalam ya memang susah cari usaha langsung enak, emangnya kamu itu siapa?...
...ibaratnya gini, jaketmu dulu pas beli berapa?”

“150 Lek...”

“itu kan sudah kamu pake, jadi artinya jaket bekas dipake Kasino Obeng, misal itu kalo dijual kira-kira berapa?...100ribu laku gak?”

“gak yakin Lek, palingan 60an...”

“nah...sekarang kalo misal jaketmu itu bekas dipake Pak Jokowi, terus foto, kira-kira kalo dijual 1juta laku gak?”

“wohh,,ya harusnya bisa lebih to Lek,,,teorinya masuk akal juga Lek”

“lho...lho...pengetahuan ngene iki mahal mas...di sekolah gak ada...haha..”

******
 “sampeyan masih ingat temenku, Doyok Bendrat, Lek?”

“ya masih...gimana kabarnya sekarang, Kas”

“sudah enak sekarang Lek, jadi mandor, dia memang sudah beruntung sejak lahir, kemaren dia pulang kampung cuti tahun baru, Lek”

“wah, alhamdulillah ya, sudah sukses, tapi kamu kan gak tahu kalo selama ini dia kerja keras...”

“gak Lek...sudah beda nasib sejak lahir, dia anak orang kaya anak tunggal banyak warisan aku pas-pasan, dia tampan aku pas-pasan, walaupun masalah otak aku lebih pintar dan dia pas-pasan, tapi kenyataannya setelah wisuda dia langsung dapat kerja bonafit sementara aku penghasilan usaha pas-pasan...~kok koyok ngene abot sanggane...yen lagi dadi wong ora nduwe~~....menyakitkan ya Lek...jadi orang nggak punya apa-apa gini”

“TAHU APA KAMU SOAL KEBERUNTUNGAN!!!...KAS!!!...TAHU APA KAMU SOAL NASIB!!!...”

Rupanya dari tadi doyok berdiri dibalik kain tenda angkringan lek untung dan mendengar semua obrolan tersebut.

“Apa kamu tahu...hal yang lebih menyakitkan dari tidak punya apa-apa..Kas....
...hal yang lebih menyakitkan dari tidak punya apa-apa itu...tidak punya siapa-siapa..Kas...
...kamu lebih beruntung masih punya orang tua, saat kau ingin pulang, ada keluarga dirumah yang menantimu, ada orang yang mendengar segala ceritamu di perantauan”
*****

 “sudah...sudah...ngomong-ngomong ini kok langsung Chapter 3, yang chapter 2 Jodo dan Bojo mana ini?...heuheu”



Obrolan Warkop Chapter 1: Pemuda Jaman Now Kok Mlempem

S O N I 5:28 AM 0

“tumben sepi Lek?”

Malam hari sekitar jam 8 sehari setelah tahun baru 2018, Kasino Obeng terlihat ngopi sendirian di angkringan langganannya “ANGKLUNG’’ (angkringan lek untung)

“iya Kas, ndak tahu sekarang sepi, sepertinya sekarang sudah banyak angkringan-angkringan, kape-kape, apalagi kalo pelayannya cewek semok, ya rame lah”

“haha...sampeyan bisa aja lek”

“kamu kok lama gak mampir sini kemana, Kas? Sibuk kerja tah...”

“oh..nganu Lek..sorine ya..nganu..kopine sampeyan diejek je Lek, katanya..yakin itu kopi?..katanya kopi itu digiling Lek, bukan disobek, jadi kemaren-kemaren aku coba kopi yang digiling ditempat”



“lha rumangsamu kopiku ndak digiling po?"

“lha itu sasetan kan ya disobek Lek”

“digiling di pabriknya maksudnya..haha”

“ealahhh..jiangkrik....”

*****
“umurmu berapa Kas?”

“30 lek, ada apa to?”

“lhadalah..wes 30 kok ndak berani rabi...nak...nak..sudah 2018 lho ini”

“mbuh Lek ah..emang sampeyan dulu nikah umur berapa?”

“20 to ya...sampeyan kenapa sampe 30 kok ndak berani”

“hawong..kerjaan belum tetap kok Lek, nanti makan apa?”

“lho katanya kerja di prilen...”

“lha iya freelance..gampange artinya freelance itu serabutan Lek,,haha”

“rumangsamu dulu aku kerja?..serabutan juga..nyatanya berani rabi..nyatanya keluarganku gak mati kelaparan, sehat wal”

“tapi aku belum punya pacar Lek...”

“aku dulu juga belum, gadis sedesa yang lumayan, langsung tak ajak nikah, Dia mau, malamnya bapakku datang bertamu nentukan tanggal nikah sama calon mertua, beres...”

“jiangkrik,,,kok gampang to Lek,,,tapi pengenku yo nabung sek minimal kanggo DP KPR ngono..”

“rumangsamu dulu aku bangun rumah punya duit?...batu bata kita buat sendiri berdua, dicetak sendiri, dibakar sendiri...pasir...aku macul sendiri di kali, semen...aku nyicil tiap ada kerjaan bayaran tak titipke Lek Basir(toko bangunan) satu sak semen, akhirnya beres...”

“tapi kan nganu Lek....”

“rak sah ngona nganu sampeyan ki Kas, kakean alasan wae...”

“sampeyan enak Lek, bojone bisa dijak kerjasama, susah cari seperti itu sekarang Lek,
mbuh ahh...nanti kalo sudah berjodoh ya ketemu sendiri”

“pemuda jaman now kok mlempem...kas...kas...jangan lihat enaknya aja, nek bojo durung mesti dadi jodo, tapi nek jodo wes mesti dadi bojo(kalo bojo belum pasti jadi jodoh, tapi kalo jodoh sudah pasti jadi bojo)”

“maksudnya gimana Lek Untung, aku belum paham ki?”

“sudah jangan tanya lagi nanti kepanjangan, jodo dan bojo kita lanjutken di obrolan warkop chapter 2 besok-besok kalo ada waktu”

Sore Waktu Itu

S O N I 9:13 PM 0

sore hari disela kesibukan biasa kita sempatkan bertemu
terkadang baca buku
terkadang jika bosan kita nonton serial love rain drama korea yang mendayu
hingga aku tau kamu sedang ngambek sama ibumu

"kok cemberut kenapa?
"gak papa"
"sudah baca berita hari ini, dek"
"berita apa?"
"katanya ibumu sedang rindu, kamu disuruh telpon hari ini"
"halah...males"
"kalo gak mau biar aku yang ngomong"
"mau ngomong apa kamu sama ibuku"
"mau ngomong terimakasih"
"terimakasih buat apa?"
"terimakasih sudah melahirkan dan merawat gadis secantik kamu"

aku lihat kamu tersenyum, dan matamu mulai berkaca kaca hingga tak sanggup untuk menahan air yang mengalir pelan.
kamu mengambil handphone tapi kamu ragu untuk membukanya.
aku ingin memberimu waktu untuk sendiri semoga kamu memutuskan untuk menelfonnya.

"dek, aku pulang ke kos dulu, sepertinya tadi lupa tak kunci"

Kisah Seorang Bocah Yang Memakai Seragam Valencia

S O N I 7:53 AM 0

Salah satu kabar baik yang datang dari Liga Spanyol musim ini adalah kembalinya Valencia ke papan atas. Jika beberapa musim terakhir ini ada Atletico Madrid yang mampu mengimbangi dominasi duo raksasa Liga Spanyol Real Madrid dan Barcelona, dahulu diakhir 90an hingga awal 2000an ada Valencia yang saat itu dilatih oleh Rafa Benitez yang menjadi trendsetter formasi 4231 murni dengan memakai 3 gelandang serang yang menopang 1 striker didepannya bukan modifikasi dari 442 yang memakai 1 striker utama dan second striker yang bergerak bebas juga 2 pemain sayap yang hanya menyisir kedua sisi lapangan.

Mengingat valencia juga mengingatkan saya tentang kisah nostalgia di masa remaja awal, kisah seorang bocah yang pernah memakai seragam valencia.
******
Tahun 2002 sepulang sekolah SD, beberapa hari sebelum sunat aku dan kakak pergi kerumah Pak Lek untuk meminjam kamera analog yang akan digunakan untuk mengabadikan salah satu momen penting dalam hidupku dan juga menagih janji Pak Lek yang akan menghadiahkan kaos bola jika aku berani sunat. “mau kaos klub apa kamu Le?” tanya Pak Lek menawarkan, “kaos Valencia dengan nama Aimar dibelakangnya” jawabku bersemangat, “ lha kenapa kok Valencia?” Pak Lek kembali bertanya, “karena valencia juara, Pak Lek...”jawabku cepat.

Aku tak tahu sejak kapan tepatnya aku mulai menyukai sepakbola, hanya saja sejak kecil aku merasa bahagia ketika menendang bola bersama teman-teman, satu bola dengan dua gawang yang terbuat dari pecahan batu bata, tanpa kiper, tanpa wasit, tanpa aturan, ketika salah satu bocah mencetak gol semua ikut merayakan entah kawan entah lawan tak ada pertengkaran semua bahagia.

Sejak aku mengetahui Pak Dhe yang seorang Guru Olahraga berlangganan tabloid Bola dan Motor Plus yang terbit seminggu sekali setiap hari kamis, seringkali aku dolan kerumah Pak Dhe untuk membaca tabloid dan mengikuti perkembangan dunia sepakbola. Karena jarak rumah kami yang lumayan jauh untuk seorah bocah SD aku memutuskan untuk kesana setiap hari jumat usai melaksanakan ibadah sholat jumat aku tak langsung pulang, aku biasanya mampir terlebih dahulu ke rumah Pak Dhe yang berjarak sekitar 100m dari Masjid Desa.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa-masa dimana seseorang ingin menentukan sepeti apa jalan hidupnya, ada beberapa orang yang mampu memilih dengan tegas, mendeskripsikan dirinya sendiri, memilih hobi tertentu, menekuni suatu hal, suatu profesi, menyukai aliran musik tertentu, dan memilih pasangan diusia yang sangat muda. Namun ada beberapa orang lainnya yang harus melewati jalan panjang bertahun-tahun, gonta ganti gaya pakaian, beberapa gaya rambut, beberapa aliran musik, dan beberapa kisah kasih untuk bisa medeskripsikan dirinya sendiri.

Sebelum akhirnya aku memilih klub Arsenal sebagai klub yang aku dukung, di masa anak-anak aku pernah memilih mendukung beberapa klub dengan bermacam-macam alasan mengapa aku harus mendukung klub tersebut, ada klub yang aku dukung karena aku menyukai desain seragamnya kemudian membeli kaosnya, ada klub yang aku dukung karena banyak menangi liga suatu negara, ada juga karena hebat di liga champion eropa.

Hingga dikemudian hari tahun 2004 setelah membeli tabloid Soccer dengan edisi mengulas tentang Klub Arsenal juga terdapat bonus poster skuat The Invicible yang baru saja menjuarai Liga Inggris tanpa terkalahkan selama satu musim. Disitu aku mengenal pelatih Arsenal, Arsene Wenger, “orang ini pasti sangat hebat hingga bisa membuat klub ini menjuarai liga tanpa kalah” aku membatin. Aku mulai tertarik dengan apapun tentang Wenger, saat menonton Arsenal bertanding seringkali aku memperhatikan orang ini sangat tenang dan elegan, saat jumpa pers di televisi dia tidak sombong tidak sesumbar klubnya paling hebat dan aku memutuskan untuk mengidolai Arsene Wenger.

Aku sangat berterimakasih kepada orang-orang yang telah mengenalkanku pada sepakbola, mengajarkanku menendang bola, dan menikmati perasaan bahagia saat mencetak gol.

Suatu ketika di sore hari aku bersama anak lelakiku yang masih balita sedang menonton timnas bertanding di ruang keluarga lewat televisi, aku menempelkan stiker merah putih di kedua pipinya, memakaikan kaos warna merah dengan logo garuda di dada sebelah kiri dengan nama Luthfi dan nomor punggung 6 dibelakang, kemudian aku menata rambutnya dengan gaya mohawk, dia sangat antusias menonton televisi dan juga bola plastik yang dipegang erat-erat ditangannya.

Ditengah pertandingan tiba-tiba terdengar teriakan dari arah dapur “kurangi volume tivinya...berisik!!..”, aku tak menggubris suara itu dan tetap menikmati pertandingan, tak lama kemudian seorang wanita datang dengan marah-marah “aduhhhh....anakku sampeyan apakan ini, mas..” wanita itu terus saja ngomel-ngomel sambil merapikan rambut anaknya dan juga mencabut stiker merah putih di pipinya. Setelah wanita itu tenang dia bertanya padaku “ini kenapa kok beli bajunya harus nama Luthfi kan Egy lebih terkenal, mas?..” karena Luthfi adalah pemain terpenting di timnas. “penting apanya,,wong dia Cuma diem didepan bek, larinya juga area situ aja, terus pemain yang bernama Aimar di kaosmu waktu kecil itu apa juga pemain terpenting kok kamu beli?”

“Pablo Aimar memang pemain terpenting saat Valencia menjuarai Liga Spanyol, tapi bukan itu dek, alasan aku membeli seragam Valencia dengan nama dia”

“lha...terus karena apa?”

“karena Pablo Aimar mirip Tuan Frodo di film The Lord Of The Rings,,,hehhe”


Daftar Film Dengan Alur Membingungkan (Twist) Terbaik Sepanjang Masa

S O N I 10:37 PM 0

Film dengan alur twist adalah film yang didalamnya biasanya memiliki timeline yang acak-acakan, maju mundur, bikin penasaran,  ending yang tak terduga hingga kita harus mengulang nonton film tersebut untuk bisa memahami isi cerita maupun pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh tim produksi. berikut adalah daftar film dengan alur twist terbaik.

1.    Jacob’s Ladder
2.    Frality
3.    Dead Man’s Shoes
4.    The Machinist
5.    Solaris
6.    Primer
7.    The Others
8.    Memento
9.    Being John Malkovich
10.    eXistenZ
11.    A Tale of Two Sisters
12.    Odishon
13.    The Thirteenth Floor
14.    Dark City
15.    Cube
16.    The Game
17.    Twelve Monkeys
18.    Total recall
19.    Brazil
20.    Videodrome
21.    Blade runner
22.    Eraserhead
23.    Wild at heart
24.    Mulholland dr.
25.    Lost highway
26.    Inland empire
27.    The holy mountain
28.    El topo
29.    Persona
30.    La jetee
31.    Rashomon
32.    2001: a space odyssey
33.    Abre los o jos/ vanilla sky
34.    The oulet earth
35.    Shutter island
36.    Arlington road
37.    Rosemary baby
38.    Boxing helena
39.    The usual suspects
40.    Fear and loathing in las vegas
41.    Moon
42.    Angel heart
43.    Oldboy
44.    The adventures of baron munchausen
45.    The prestige
46.    Triangle
47.    Black swan
48.    Magnolla
49.    Enter the vold
50.    Pandorum
51.    Synecdoche, new york
52.    The man from earth
53.    The fall
54.    Pan’s labyrinth
55.    Stranger tha fiction
56.    Fungky forest: the first contact
57.    Survive style 5+
58.    The butterfly effect
59.    Identity
60.    Groundhog day
61.    Time bandits
62.    Stalker
63.    Hard candy
64.    Funny games
65.    The ninth gate
66.    Mothman prophecies
67.    The dead zone
68.    Begotten
69.    Dig fish
70.    Unknown (2011)
71.    The fountain
72.    Revolver
73.    Tideland
74.    The city of lost children
75.    High tension
76.    Timecrimes
77.     Spider forest
78.    In the mounth of madness
79.    1408
80.    Gozu
81.    Antichrist
82.    Izo
83.    Pi
84.    Naked lunch
85.    Donnie darko
86.    Mr. Nobody
87.    MirrorMask
88.    Eternal sunshine of the spoyless mind
89.    Stay
90.    Inception
91.    The matrix
92.    The dark hours
93.    Carnival of souls
94.    The Wicker Man
95.    Irreversible
96.    Slaughterhouse 5
97.    1984
98.    Koyaanisqatsl
99.    vertigo

Memburu Makhluk Penunggu Di Sungai Jayen

S O N I 5:58 AM 0


Sungai Jayen nampak tenang namun sebenarnya menakutkan, sungai dengan lebar yang cukup besar ini konon dahulu kala nama Jayen diambil dari ucapan para serdadu VOC atau orang sekitar menyebutnya tentara Londho ketika lewat sungai ini mereka sering mengucap...Giant....Giant...yang berarti besar atau raksasa, pengucapan Giant memang terdengar Jayen...Jayen...entah karena lebar sungai yang besar atau jangan-jangan para serdadu telah melihat mahluk penunggu sungai ini?..

Beberapa hari ini menurut pengakuan warga sekitar sungai, mereka telah kehilangan hewan ternak seperti ayam, bebek dan juga wedhus. Ada yang melihat dimakan buaya ada juga yang melihat anaconda. Setelah kejadian itu, beberapa orang ingin memburu makhluk tersebut.

Hari ini suhu udara agak dingin karena habis hujan lebat aliran sungai juga mengalir deras. Mas Torik terlihat sibuk dengan jebakan-jebakan yang terbuat dari tali tambang tak lupa sesekali menghisap rokok kretek samsoe dengan aroma khas nya yang lebih suka dilelet dengan choki-choki daripada dengan ampas kopi, Kres terlihat sedikit menggigil sedang sibuk mengasah parang dan membuat tombak beberapa tongkat dengan ujung besi cantolan, kemudian ada Lek Man sedang menyiapkan perahu kecil sambil menikmati rokok djarum super dimulutnya.

“ayo berangkat..” ucap Lek Man memberi komando untuk memulai perburuan, menyisir sepanjang sungai Jayen, tidak perlu menunggu lama kami langsung disambut beberapa rombongan Anaconda.

“SIAP-SIAP BRAY!!!..ROMBONGAN DATANG KEARAH KITA, SIAPKAN PERLAWANAN!!!..”teriak Mas To memperingatkan kami agar tetap waspada, aku dan Kres siap menebas kepala Anaconda dengan parang ditangan kanan jebakan jaring dan tali tambang sudah menunggu diluncurkan dengan tangan kiri, sementara Lek Man fokus pada perahu dan mengawasi sekitar.

“Ceprak....Ceprak....” Kres dengan sigap tanpa rasa takut menebas kawanan Anaconda kemudian memperingatkanku “hati-hati Mas!!...kepalanya masih bisa bergerak...” dengan hati-hati aku menarik jaring keatas perahu.

“SETAN ALASS!!!...WASPADA BRAAY!!...BUAYA WEROK...KERAHKAN KEKUATAN PENUH!!!...”teriak Mas To  sambil menyiapkan jebakan tali tambang “Kres!!...nanti kalo Buaya muter-muter...kamu ulur talinya, biarkan talinya melilit badan Monster itu!!..” “Lek Man nanti bantu angkat Buaya!!...”

“SIALAN!!!...BERRAATTT!!..”aku berteriak, lawan terlalu berat, monster berputar-putar, air terkoyak bergelombang tak beraturan, kemudian buaya menyenggol perahu hingga oleng “BRUAAKK..” kami sedikit panik, dari kejauhan terdengar suara kendaraan, tak lama kemudian ada seseorang memanggil “Kang Man!!...Jangan diteruskan!!...Langit makin hitam pekat!!...Mau Hujan Lagiii!!...” batinku Alhamdulillah kami terselamatkan. Aku hafal suara orang ini, tidak salah lagi Dia pasti Lek Marno anak pemilik Warung Mie Ayam terenak di Desa ini.

“ANAK-ANAK!!!...AYO MENTAS!!!...Angkat Hasil Buruan Keatas Bak Mobil” Lek Man menyuruh kami menyudahi misi perburuan.

Lek Man : “Kira-kira dapet berapa ini, Mar?...”
Lek Marno : “70rebu Kang...”
Lek Man: “Lho...Lho....kok segitu?..biasanya segini kan dapet 150, Mar?..”
Lek Marno: “Lha ini kan lebih banyak Bambunya daripada Balok Kayunya, Kang..kalo buat kayu bakar ini cuma keluar asapnya doang lah,,haha...”
Lek Man : “Tambahi dikit lah Mar,,kasian Anak-anak...”
Lek Marno: “yasudah...voucher gratis Mie Ayam malam ini...”
Lek Man : “Siyap Kumendan....”
Lek Man : " Anak-anak!!!...Ada laporan warga, melihat seekor Macan nggondol Wedhus di alas jati Memble, nanti malam rapat di Warungnya Marno..."

Parodi: Aku Ingin Melatih Seribu Musim Lagi

S O N I 7:36 PM 0


Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini pelatih yang malang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku ingin melatih seribu musim lagi.

*teks diatas sudah diedit, berikut adalah teks asli dari puisi "Aku" oleh Chairil Anwar




Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.